Penilaian LKBA 2020 Dimulai: Melihat Keseriusan Penataan Kampung

0
307 views
Warga RW 07, Kampung Kebon Jeruk, Desa Tirtayasa, Kecamatan Tirtayasa sedang gotong royong mengecat jalan, Selasa (3/11)

Penilaian tahap pertama Lomba Kampung Bersih dan Aman (LKBA) Kabupaten Serang 2020 dimulai hari ini (4/11). Sebanyak 120 juri yang tergabung dalam 40 tim segera datang mengunjungi 1.511 RW dari 326 desa di Kabupaten Serang. Warga diimbau tidak mengadakan kerumunan massa saat tim juri datang.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Serang, Rudi Suhartanto mengatakan, penilaian tahap pertama dilaksanakan selama empat hari pada awal bulan ini. “Tim penilai mulai mengunjungi RW besok, (hari ini-red),” kata Rudi saat dihubungi Radar Banten melalui sambungan telepon seluler, Selasa (3/11).

Dijelaskan Rudi, ada dua kategori peserta lomba yakni ketegori Kampung Berkembang bagi RW yang tahun lalu ikut lomba, serta kategori Kampung Pemula bagi RW yang baru tahun ini mengikuti lomba. Pihaknya sengaja tidak memberitahu jadwal penilaian secara spesifik, tujuannya agar tim juri bisa melihat mana warga yang punya kesungguhan menata kampungnya dan mana warga tidak serius mengikuti lomba ini.

“Jadi kan nanti ketahuan, kalau yang benar-benar serius, saat tim juri datang sedang ada gotong royong atau sudah bagus kampungnya tanpa ada pemberitahuan sebelumnya, pokoknya, siap-siap aja, tim juri segera datang,” kata Rudi kepada Radar Banten usai rapat.

Selain itu, alasannya tak memberitahu jadwal penilaian, agar pada saat tim juri ke lokasi, tidak ada penyambutan besar-besaran oleh warga yang bisa membuat kerumunan, sehingga berpotensi terjadinya penyebaran Covid-19. Kalaupun warga sudah terlanjur berkumpul, maka tim juri akan langsung mengingatkan untuk mematuhi protokol kesehatan seperti memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan.

“Makanya kriteria penilaian soal keterlibatan warga pada saat penyambutan tim juri kami tiadakan, cukup menunjukkan bukti foto dokumentasi pada saat gotong royong saja,” ungkapnya.

Hari pertama penilaian, tim juri mendatangi RW-RW di sembilan kecamatan, hari kedua 11 kecamatan, hari ketiga sembilan kecamatan, dan hari terakhir 13 kecamatan. Sedangkan penilaian tahap kedua akan berlangsung akhir November. Satu tim juri terdiri dari tiga orang, dalam sehari satu tim menilai dua desa.

Sedangkan mekanisme penilaiannya, sebelum mengunjungi kampung-kampung, setiap tim juri harus terlebih dahulu datang ke kantor desa. Setelah itu baru berkoordinasi dengan kepala desa tentang RW mana yang sudah ditata dan siap dinilai. “Kalau satu desa ada tiga RW, tapi yang sudah siap dinilai cuma satu RW, maka dua RW lainnya enggak usah didatangi,” ujarnya.

Kepala Desa Nambo Ilir, Kecamatan Kibin, Syahriudin memastikan, penilaian LKBA tahun ini pihaknya tidak melakukan penyambutan besar-besaran seperti lomba tahun lalu. Namun ia bakal menunjukkan hasil penataan warga yang jauh lebih maksimal. “Yakin, meski enggak ada sambutan, tapi kami bakal tetap bisa mempertahankan gelar juara,” pungkas Syahriudin. (mg06/air)