Penilaian LKBA Kabupaten Serang 2020: Juri Segera Datang

0
371 views
Direktur Radar Banten dan Banten TV Mashudi memaparkan komponen penilaian LKBA pada rapat persiapan penilaian bersama tim juri di Radar Banten Arena, Senin (19/10)

SERANG – Penilaian tahap pertama Lomba Kampung Bersih dan Aman (LKBA) Kabupaten Serang 2020 dimulai, sebanyak 120 juri yang tergabung dalam 40 tim  segera datang mengunjungi 1.511 RW dari 326 desa di Kabupaten Serang. Kedatangan tim penilai tanpa pemberitahuan terlebih dahulu baik kepada pemerintah desa maupun para ketua RW.

Hal itu terungkap pada rapat persiapan penilaian LKBA Kabupaten Serang di Radar Banten Arena, Senin (19/10). Turut hadir Kasubdit Binmas Polda Banten AKBP Andrey Nabu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Serang Rudi Suhartanto, Direktur Radar Banten dan Banten TV Mashudi, serta para juri yang terdiri dari TNI, polisi, media, LSM, Karangtaruna dan OPD di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang.

Kepala DPMD Kabupaten Serang, Rudi Suhartanto mengatakan, ada dua tahap penilaian, penilaian tahap pertama dilaksanakan selama empat hari pada awal November 2020, sedangkan tahap kedua juga dilaksanakan empat hari di awal Desember 2020. Pihaknya sengaja tidak memberitahu jadwal penilaian secara spesifik, tujuannya agar tim juri bisa melihat mana warga yang punya kesungguhan menata kampungnya dan mana warga tidak serius mengikuti lomba ini.

“Jadi kan nanti ketahuan, kalau yang benar-benar serius, saat tim juri datang sedang ada gotong royong atau sudah bagus kampungnya tanpa ada pemberitahuan sebelumnya, pokoknya, siap-siap aja, tim juri segera datang,” kata Rudi kepada Radar Banten usai rapat.

Selain itu, alasannya tak memberitahu jadwal penilaian, agar pada saat tim juri ke lokasi, tidak ada penyambutan besar-besaran oleh warga yang bisa membuat kerumunan, sehingga berpotensi terjadinya penyebaran Covid-19. Kalaupun warga sudah terlanjur berkumpul, maka tim juri akan langsung mengingatkan untuk mematuhi protokol kesehatan seperti memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan.

“Makanya kriteria penilaian soal keterlibatan warga pada saat penyambutan tim juri kami tiadakan, cukup menunjukkan bukti foto dokumentasi pada saat gotong royong saja,” ungkapnya.

Menurut Rudi, lomba yang sudah dilaksanakan sejak tahun lalu ini memberikan banyak manfaat bagi warga di Kabupaten Serang. Selain menciptakan kampung yang bersih dan aman, beberapa wilayah juga bermunculan objek wisata baru seperti di Kecamatan Pamarayan ada Kampung Bonsai Kelapa, Kecamatan Cinangka ada Puncak Cibaja, Kecamatan Cikeusal ada Taman Mahkota Ratu, dan Kecamatan Tirtayasa dengan jembatan pelangi dan hutan mangrove.

“Ternyata, warga itu sedikit dipicu untuk berbuat sesuatu melalui LKBA, langsung menunjukkan hasilnya,” ujarnya.

Dijelaskan Rudi, ada dua kategori pada LKBA yakni ketegori Kampung Berkembang bagi RW yang tahun lalu ikut lomba, serta kategori Kampung Pemula bagi RW yang baru tahun ini mengikuti lomba. Di masa pandemi saat ini, kata Rudi, LKBA di tahun kedua bersinergi juga dengan Kampung Tangguh Nusantara (KTN) Kalimaya yang diselenggarakan Polda Banten.

“LKBA dan KTN memiliki ruh yang sama, hanya di KTN ada kriteria kampung aman secara ekonomi, pangan, kesehatan, dan sosial budaya,” ungkapnya.

Seperti yang diungkapkan pula oleh Kasubdit Binmas Polda Banten AKBP Andrey Nabu, tujuannnya KTN ialah untuk mendorong terbangunnya pemberdaayaan warga. Semula yang tidak punya inovasi, jadi punya inovasi seperti pembudidayaan ikan lele, pertanian, atau usaha lainnya yang memanfaatkan potensi di kampung. “Intinya KTN itu dominan pada kemandirian warga terhadap ketahanan pangan, kesehatan dan keamanan di masa pandemi Covid-19,” kata Andrey.

Ia mengapresiasi Pemkab Serang, pada kondisi pandemi saat ini, pemerintah bersama TNI dan Polri hadir di masyarakat melalui LKBA. Hal ini memberikan keyakinan dan semangat warga agar mampu melewati masa pandemi. “Dengan kerja sama dan kinerja yang solid, kita pasti mendapat kesuksesan melewati masa pandemi ini,” tegasnya.

Direktur Radar Banten dan Banten TV, Mashudi menambahkan, pada LKBA tahun ini, ada penambahan komponen penilaian yakni kelompok pemuda penggerak lingkungan terbaik. Maka dari itu, unsur tim juri juga ditambah dengan kehadiran dari Karang Taruna. “Karena banyak pemuda yang aktif menggerakkan penataan warga di kampunya,” tambahnya.

Selain itu, kata Mashudi, komponen penilaian lainnya yakni partisipasi masyarakat terbaik yang poinnya paling besar, kemudian lingkungan paling berbunga, kampung terinovatif, pengelolaan lingkungan terbaik, dan pengelolaan sampah terbaik (khusus kategori berkembang). “Begitu juga dari kriteria keamanan akan dinilai bagaimana kelengkapan alat keamanan di pos ronda serta keaktifan kegiatan siskamling,” ujarnya.

Menurutnya, geliat LKBA bakal terus dinanti oleh warga. Soalnya, setiap kampung sudah mulai melakukan penataan, warga mengubah lingkungannya menjadi bersih, aman dan indah. Hal ini sesuai dengan target Pemkab Serang yang ingin menciptakan kampung-kampung dengan warganya yang peduli pada lingkungan. “Selamat menata kampung guna mempersiapkan diri pada penilaian LKBA tahap pertama,” pesannya. (mg06/air)