Penilaian Tahap Dua LRLA Segera Dimulai

Kepala DP3KB Kota Serang H Toyalis (dua kiri) memaparkan persiapan penilaian tahap dua didampingi Direktur Radar Banten dan Banten TV Mashudi (kiri) di Graha Pena Radar Banten, Selasa (25/8).

SERANG – Penilaian tahap dua Lomba Resik Lan Aman (LRLA) Kota Serang 2020 segera dimulai. Tim juri yang tergabung dalam 14 kelompok akan mendatangi 396 RT mulai 31 Agustus hingga 11 September 2020.

Hal itu terungkap pada rapat koordinasi persiapan penilaian tahap dua di aula Graha Pena Radar Banten, Selasa(25/8). Turut hadir Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3KB) Kota Serang Toyalis, Direktur Radar Banten dan Banten TV Mashudi, serta seluruh juri perwakilan dari Polres Serang Kota, Kodim 0602/Serang, Dinas Pemerintah Kota Serang, PKK Kota Serang, unsur kepemudaan dan Radar Banten.

Kadis DP3KB Toyalis mengatakan, mekanisme penilaian tahap kedua ini sama dengan penilaian tahap pertama. Hanya bedanya, jika sebelumnya RT tidak diperkenankan mengundang kerumunan warga untuk menyambut kedatangan tim juri, pada penilaian tahap kedua ini, warga boleh hadir menyambut tim juri dan masuk pada kriteria penilaian asal tetap menerapkan protokol kesehatan seperti mengenakan masker dan menjaga jarak.

“Pandemi Covid-19 tidak membuat LRLA berhenti. Penilaian tahap dua segera dimulai,” kata Toyalis kepada Radar Banten usai acara.

Terkait kriteria penilaian pun, kata Toyalis, tak ada perubahan, semua sama dengan kriteria pada penilaian tahap pertama, baik dari segi kebersihan dan keamanan lingkungan. “Semua dinilai sesuai dengan kesepakatan tim juri pada awal lomba,” katanya.

Berdasarkan hasil penilaian tahap pertama, lelaki berkaca mata itu menilai, tingkat antusiasme dan partisipasi warga pada LRLA sangat besar. Meski sempat terkendala Covid-19 dan membuat sejumlah RT belum siap dinilai. Namun ia memastikan pada penilaian tahap kedua ini, semua RT sudah berbenah mempercantik kampungnya. “Tahun depan kita selenggarakan LRLA lagi, tapi RT yang dilombakan berbeda,” ujarnya.

Direktur Radar Banten dan Banten TV Mashudi menambahkan, tujuan lomba ini mengangkat kembali budaya gotong royong dan keamanan kampung. Menurutnya, keindahan fisik kampung ialah hasil akhir, namun proses yang ingin dibangun. ”Makanya lomba ini diselenggarakan cukup lama karena kita ingin membangkitkan kesadaran warga yang betul-betul murni untuk memperbaiki kampung,” katanya.

Mekanisme penilaian juri, kata Mashudi, akan disatukan antara hasil rekap nilai tahap pertama dan kedua. Hal ini dilakukan agar penentuan pemenang atau juara LRLA lebih objektif dan terseleksi ketat. ”Jadi kalau RT yang penilaian tahap pertama masih kumuh tapi pas tahap dua jadi bagus, itu nilainya akan kalah dengan RT yang dari awal sudah ada penataan dan tahap dua pun bagus,” terangnya.

Bahkan, panitia juga melibatkan juri tertutup untuk memastikan nilai dan kondisi kampungnya sesuai. Ketika ada nilai yang tidak sesuai, maka nanti kelompok juri akan diundang kembali untuk memastikan kesesuaian. Nanti setelah hasil rekap selesai dikerjakan ada tujuh tim perekap, nilai akan dijumlahkan.

“Kalau di Surabaya sudah delapan tahun ada lomba seperti ini hingga kesadaran warga terbentuk, saya prediksi Kota Serang butuh waktu empat tahun. Semua RT jadi pusat keramaian baru sehingga ada perputaran ekonomi yang pesat,” tambahnya.

Sementara itu, perwakilan tim juri sekaligus Ketua PKK Kota Serang Hj Ade Jumaiyah mengungkapkan, sudah banyak perubahan yang terjadi di setiap kampung yang mengikuti lomba. Ini merupakan satu keberhasilan LRLA dalam mengubah Kota Serang menjadi kota yang bersih, indah dan bebas sampah. “Lomba ini harus terus dilanjutkan, supaya Kota Serang makin maju,” ungkapnya.

Menuju penilaian tahap dua, Ade mengimbau agar ketua RT lebih memperbaiki lagi pola hidup bersih dan sehat (PHBS), perbanyak penghijauan dan tanaman bunga, serta selalu rutin melaksanakan gotong royong membersihkan lingkungan. “Semangat ya Pak RT, pokone mah Aje Kendor,” pungkasnya. (mg06/air)