Penilaian Tahap Pertama LRLA Kota Serang 2020: 50 Persen Lebih Punya Wajah Baru

0
615 views
Dewan juri LRLA Kota Serang 2020 foto bersama setelah selesai melakukan penilaian tahap pertama di 404 RT di Kota Serang ,Jumat (15/5).

SERANG – Tiga belas tim juri Lomba Resik Lan Aman (LRLA) 2020 Kota Serang telah melaksanakan tugasnya. Sejak 4 hingga 15 Mei 2020, mereka terjun ke 404 rukun tetangga (RT) di Kota Serang.

Tim juri berasal dari Pemkot Serang, Radar Banten, Polres Serang Kota, Kodim 0602/Serang, PKK Kota Serang, Karang Taruna, dan Forum Kota Serang Sehat. Untuk menyukseskan perlombaan yang telah menjadi salah satu program unggulan Pemkot Serang ini, juri dari Pemkot Serang berasal dari empat organisasi perangkat daerah (OPD).

Sepuluh hari tim juri ini masuk-keluar RT di enam kecamatan Kota Serang. Sesuai tema lomba, juri menilai kebersihan dan keamanan tiap RT.

Dari ratusan RT, mayoritas telah mempersiapkan diri. RT-RT berbenah. Warganya bergotong royong untuk memberikan yang terbaik bagi lingkungan tempat tinggalnya. Mereka berusaha mengejar enam kategori yang dilombakan. Partisipasi masyarakat terbaik, lingkungan paling berbunga, lingkungan terinovatif, lingkungan paling hijau, kelompok pemuda penggerak lingkungan, dan kelompok penggerak sadar hukum.

“Penilaian tahap pertama, hari ini (kemarin, 15/5-red) berakhir. Lima puluh persen lebih (RT peserta LRLA-red) kalau saya perkirakan, sudah berbenah. Tinggal dipertahankan dan ditingkatkan untuk penilaian tahap kedua nanti,” kata Kepala  Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3KB) Kota Serang Toyalis, kemarin.

RT-RT yang telah berbenah, menampilkan wajah baru. Rata-rata, berwarna dengan pengecatan jalan, tembok rumah, dan pagar. Berwarna juga karena bunga-bunga. Serta, lebih hijau.

Wajah baru ratusan RT di Kota Serang ini karena warga bergotong royong dan berswadaya. Hal ini menandakan LRLA telah mampu menghidupkan kembali budaya gotong royong di tengah masyarakat.

Dari kesuksesan penyelengaraan lomba ini masih menyisakan beberapa catatan yang ditemukan juri. Ratusan RT yang ikut lomba dan telah berbenah, rata-rata belum membentuk kelompok pemuda penggerak lingkungan dan kelompok penggerak sadar hukum.

Kedua kelompok ini penting. Kelompok pemuda penggerak lingkungan tidak hanya membantu perangkat atau pengurus RT dalam mengelola lingkungannya. Tetapi juga bisa menghidupkan gotong royong. Kelompok penggerak sadar hukum diharapkan mampu mencegah tindak pidana di kampungnya.

Mengapa sasarannya pemuda? Menurut Direktur Radar Banten dan Banten TV Mashudi, karena pemuda lebih kreatif dari bapak-bapak. Pemuda terbukti mampu menggerakkan warga untuk bergotong royong. Pengalaman ini ditemui Radar Banten ketika menggagas lomba serupa Lomba Kampung Bersih dan Aman Kabupaten Serang 2019.

“Masih banyak juga yang belum berbenah. Tidak serius berupaya memperbaiki lingkungannya. Pertama, karena terkendala masalah Covid. Jadi dipikirnya (LRLA-red) tidak lanjut. Yang kedua, karena penekanan dari kelurahan ke bawah (pengurus RT dan RW-red) belum begitu dalam,” tutur Toyalis. Ia berharap, wabah corona segera berakhir. Sehingga, warga dari 404 RT bisa bergerak lagi menghadapi penilaian tahap kedua, Agustus mendatang. (don/alt)