Penimbun Sembako Bakal Ditindak

Pemerintah Klaim Ketersediaan Pangan Aman

SERANG – Petugas Subdit I Industri dan Perdagangan (Indag) Ditreskrimsus menggelar pemantauan ke Pasar Induk Rau, Kelurahan Cimuncang, Kecamatan Serang, Kota Serang, Selasa (24/3). Ini dilakukan untuk memantau harga sembilan bahan pokok (sembako) di tengah wabah virus corona atau Covid-19.

“Ini adalah salah satu kegiatan kami dalam pemantauan langsung harga. Harga itu setiap hari kita selalu pantau. Kami juga selalu berkoordinasi (dengan instansi terkait-red),”  kata Kasubdit 1 Indag Ditreskrimsus Polda Banten Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Dedi Darmawansyah di lokasi, Selasa (24/3).

Pemantauan harga sembako sebagai pelaksanaan maklumat Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis. Hingga kemarin, harga kebutuhan pokok masih normal. “Cuma yang jadi masalahnya dari pihak pasar harga normal, cuma pembelinya saja yang berkurang. Mungkin karena ada imbauan pemerintah untuk tidak keluar rumah (dampak penurunan-red),” kata Dedi.

Dedi menegaskan akan menindak tegas oknum yang berani menimbun sembako. “Tadi saya juga sebar nomor telepon saya kepada pihak pasar dan distributor, apabila ada informasi penimbunanan tolong kabar ke saya. Sampai saat ini belum ada informasi,” ucap Dedi.

Selain memantau kebutuhan pokok, pemantauan ini juga untuk memastikan isu penutupan Pasar Induk Rau. “Kegiatan hari ini (kemarin-red) berkaitan dengan adanya isu corona, kedua KLB (kejadian luar biasa-red) pernyataan dari Gubernur bahwa Banten status corona, ketiga isu pasar mau tutup. Kami dari kepolisian melakukan pengecekan. Sudah kita pastikan bahwa informasi (penuntupan pasar-red) tersebut adalah hoax,” kata Dedi.

STOK PANGAN AMAN

Sementara itu, Kabid Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Indag) Provinsi Banten, E Supriadi memastikan stok sembako di Banten aman dan tidak ada gejolak kenaikan harga. “Stok bahan pokok aman, khususnya beras, bawang dan kebutuhan lainnya. Jangan khawatir (kelangkaan-red), bahan pokok tersedia. Bulan April kita juga panen raya, untuk beras  tidak khawatir (kelangkaan-red) hingga menjelang ramadan,” kata Supriadi.

Berdasarkan pantauan, kebutuhan pokok cenderung stabil. Bahkan harga bawang dan cabai mengalami penurunan. “Bawang merah turun, cabai merah turun, untuk beras stabil (harga-red). Ketersediannya cukup,” tutur Supriadi.

Stok pangan dan sembako yang tidak kekurangan, diamini juga oleh pemerintah kabupaten kota di Banten. Di Kota Serang misalnya, Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop-UKM) Yoyo Wicaksono mengatakan, ketersediaan bahan pangan Kota Serang hingga sebulan ke depan masuk kategori aman. “Alhamdulillah, ketersediaan bahan pangan di Pasar Induk Rau (PIR-red) masih aman. Hingga sebulan ke depan,” ujarnya kepada Radar Banten, kemarin.

Selain ketersediaan pangan, kata Yoyo, harga-harga kebutuhan pokok juga stabil, terkecuali komoditas tertentu yang sebelumnya sudah naik duluan, seperti gula pasir dari Rp12 ribu menjadi Rp19 ribu per kilogram. Bawang bombai dari Rp35 ribu menjadi Rp200 ribu. “Harga-harga juga relatif stabil,” katanya.

Yoyo mengaku, ramainya penyebaran wabah corona hingga kini belum berdampak terhadap pasokan dan kenaikan harga. Kondisi yang terjadi, barang melimpah, namun pembeli mengalami penurunan. “Sampai saat ini belum berdampak. Barang banyak pembeli malah berkurang,” terangnya.

Kondisi serupa juga terjadi di Kota Cilegon. Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) menjamin jika ketersediaan barang-barang pangan di pasar tradisional di Kota Cilegon aman.  Kepala Disperindag Kota Cilegon Abadiah menjelaskan, secara berkala pihaknya terus melakukan pemantauan terhadap kondisi ketersediaan sejumlah komoditas serta harga di pasar. “Stok barang pangan masih aman, insya Allah, semuanya masih berjalan normal,” ujar Abadiah.

Menurutnya, jika terjadi sesuatu terhadap sejumlah komoditas pangan dan barang-barang lain di pasar, pihaknya pun akan langsung melakukan koordinasi baik dengan stakeholder terkait baik di lingkungan Pemkot Cilegon maupun pemerintah pusat.

Sementara itu, Kepala Seksi Bahan Pokok Bidang Perdagangan pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tangerang Apit Rosadi mengatakan, pihaknya intens berkoordinasi dengan pedagang di pasar dan pihak Bulog di Tangerang. Saat ini, kata Apit, harga bahan pokok di pasaran masih relatif stabil. Kecuali cabai merah keriting harganya naik dari harga normal sekira Rp35 ribu hingga Rp40 ribu, kini menjadi Rp60 ribu per kilogram. “Rata di semua pasar di Kabupaten Tangerang. Tetapi meskipun harganya naik, terpenting pasokannya masih aman,” imbuhnya. (fdr-bam-mg04-jekone-you/ags)