Penjual Obat Keras Ilegal Dibekuk

IS (kiri) saat diinterogasi petugas di ruang pemeriksaan Reskrim Polsek Curug, Rabu (1/1). IS kedapatan memiliki ratusan obat keras berbagai jenis di kontrakkannya.

SERANG– Sebuah rumah kontrakkan di Lingkungan Saronggae, Kelurahan Kamanisan, Kecamatan Curug, Kota Serang digerebek polisi, Rabu (1/1) dinihari. Penghuni kontrakkan berinsial IS (25), diamankan lantaran menjual obat keras.

Warga asal Dusun Panjo, Desa Geulumpang Payong, Kecamatan Jeumpa, Kabupaen Bireuen, Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) disergap polisi sekira pukul 01.00 WIB. Penyergapan itu dilakukan lantaran IS dikabarkan menjual obat keras di kontrakkannya.

“Yang bersangkutan kami amankan pada pukul 1 dinihari tadi. Kami amankan ratusan butir obat keras jenis tramadol, eximer dan trihex. Pengungkapan kasus tersebut merupakan tindaklanjut dari laporan masyarakat kepada kami,” kata Kapolsek Curug Inspektur Polisi Satu (Iptu) Shilton.

Sebanyak 750 butir obat keras diamankan dari kontrakkan IS. Diakui IS, dia sempat berhenti menjual obat keras. Tetapi, IS kembali menjual obat lantaran tergiur keuntungan yang diperoleh. “Pengakuan tersangka ini dia sudah lama berjualan dan sempat berhenti juga. Dia kembali lagi jualan lantaran tergiur untung yang didapatkan,” kata Shilton.

IS mengaku obat-obatan tersebut didapat dari seorang bandar berinsial AS di Jakarta.  Obat keras itu kemudian dipasarkan ke kalangan remaja. “Untuk mendapatkan obat-obatan tersebut, tersangka membelinya dari bandar yang dahulu pernah tersangka kenal di Jakarta. Kasus ini akan kita kembangkan (kepada bandar-red),” ucap Shilton.

IS menjual obat tersebut dengan harga bervariasi. Setiap paket dipatok mulai dari Rp10 ribu hingga Rp30 ribu. Untuk mengelabui polisi, IS sengaja menggunakan kontrakannya untuk berjualan aneka kosmetik. “Jualan (kosmetik-red) biar enggak ketahuan aja,” tutur IS. (mg05/nda/ags)