Penjual Takjil Harus Perhatikan Physical Distancing

CILEGON – Penjual takjil pada Ramadan ini diimbau tidak sembarangan menjajakan takjil. Mereka harus tetap memperhatikan physical distancing untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Kapolres Cilegon AKBP Yudhis Wibisana mengatakan, physical distancing  dalam proses jual beli harus dilakukan. “Kita akan pantau titik-titik keramaian yang biasanya banyak penjual takjil, sebagai upaya pencegahan penularan virus corona. Jualan takjil harus take away (dibungkus-red) tidak boleh makan di tempat,” kata Yudhis ditemui saat Sosialisasi Pencegahan Covid-19 di Aula Polres Cilegon, Rabu (22/4).

Dikatakan Yudhis, selain pedagang takjil, pihaknya juga akan melakukan pengawasan terhadap titik keramaian yang biasa digunakan untuk menunggu waktu berbuka atau ngabuburit. Ia berharap, tidak ada lagi kerumunan masyarakat. “Kita akan kerahkan personel di titik keramaian yang biasa untuk ngabuburit. Kita imbau untuk tidak berkumpul dan bisa dibubarkan,” kata mantan Kapolres Belitung Timur ini.

Sementara Walikota Cilegon Edi Ariadi mengimbau masyarakat agar melaksanakan ibadah tarawih di rumah. “Kita akan bikin surat edaran imbauan tarawih di rumah,” jelasnya.

Di tempat yang sama, Kepala Seksi (Kasi) Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Kota Cilegon Ishomudin mengatakan, akan menyosialisasikan terkait imbauan ibadah di rumah. “Pemerintah sudah menetapkan aturan, untuk pembatasan aktivitas,”katanya. (bry/alt)