Penjualan BR-V dan HR-V Kejar-kejaran

Honda Auto Serang
Sales Executive Erwin Hidayat dan Sales Manager Honda Auto Serang Dikdik Indra bersama produk HR-V, Rabu (2/3/2016). (Foto: Susi K)

SERANG – Penjualan dua produk anyar dari Honda, yakni BR-V dan HR-V kejar-kejaran selama dua bulan terakhir di Honda Auto Serang. Pada Januari lalu, HR-V menempati posisi pertama, yakni 67 unit dari total penjualan 259 unit. Sementara, BR-V terjual 46 unit. Untuk penjualan Februari, BR-V menempati posisi pertama sebanyak 60 unit dari total penjualan 219 unit, HR-V di posisi kedua sebanyak 51 unit.

Sales Manager Honda Auto Serang Dikdik Indra mengatakan, kedua produk ini merupakan generasi pertama sehingga masih banyak diminati konsumen. Selain itu, suplai produk BR-V juga dua kali dari sebelumnya sehingga penjualan meningkat. Ini merupakan varian paling mewah di kelasnya. “Permintaannya cukup tinggi dan antreannya juga tidak lama,” katanya, Rabu (2/3/2016) seperti dilansir Harian Radar Banten.

Kata dia, kedua produk ini merupakan lima dari pilar yang mendukung penjualan Honda. “Kelima pilar ini, yakni Mobilio, Brio Satya, Jazz, BR-V, dan HR-V. Varian lainnya merupakan kendaraan menengah ke atas yang harganya lebih dari Rp400 juta,” katanya.

Kata Dikdik, kedua kendaraan ini diminati karena memiliki jarak titik terendah dengan aspal lumayan tinggi. “Kendaraan ini diminati karena cocok dengan jalan di Indonesia yang kurang stabil,” katanya.

Ia optimistis, kedua kendaraan ini bisa semakin digemari konsumen sehingga bisa meningkatkan harga jual. “Ke depan harga jualnya akan tetap tinggi,” katanya.

Pada 2016 ini, Honda Auto Serang menargetkan 3.000 unit terjual. Ia optimistis, target ini bisa tercapai karena penjualan pada awal memberikan sinyal positif terhadap penjualan otomotif. “Targetnya market share bisa mencapai 20 persen, kalau tahun sebelumnya hanya 17,5 persen,” katanya.

Pada 2016 ini, penjualan otomotif Honda Auto Serang lebih baik dari tahun sebelumnya. Pada 2015, Januari ada 138 unit dan Februari terjual 133 unit. Sementara, pada Januari 2016 terjual 259 unit dan Februari 219 unit. “Peningkatannya hampir 100 persen daripada tahun sebelumnya,” katanya.

Peningkatan penjualan ini juga didukung dengan SDM yang memadai. Setidaknya ada 80 tim pemasaran yang menyebar di lima kabupaten/kota di Banten. Khusus Serang dan Cilegon masing-masing ada dua tim. “Dengan begini, semua area bisa terakomodasi,” katanya.

Ia berharap, konsumen bisa membeli kendaraan pada awal tahun agar lebih lama menggunakannya dibandingkan membeli pada akhir tahun. (RB/skn/dwi)