Penjurian LRLA 2020 Segera Dimulai

0
482 views
Direktur Radar Banten dan Banten TV Mashudi (kiri) dan Kepala DP3KB Kota Serang H Toyalis memimpin rapat bersama tim juri LRLA Kota Serang 2020 di Radar Banten Arena, Senin (27/4).

SERANG – Penjurian Lomba Resik Lan Aman (LRLA) Kota Serang 2020 segera dimulai. Ada dua tahap penilaian, tahap pertama dimulai 30 April dengan 14 kelompok juri yang akan mendatangi 396 RT di seluruh kelurahan di Kota Serang.

Hal itu terungkap saat rapat tim juri LRLA Kota Serang 2020 di Lapangan Futsal Radar Banten Arena, Senin (27/4). Perwakilan juri dari Polres Serang Kota, OPD di lingkungan Pemkot Serang, Kodim 0602/Serang, unsur kepemudaan, dan Radar Banten membahas komponen penilaian lomba.

Rapat dipimpin Direktur Radar Banten dan Banten TV Mashudi dan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3KB) Kota Serang H Toyalis. Rapat kemarin menerapkan physical distancing atau jaga jarak satu meter antar peserta rapat.

Kadis DP3KB  Toyalis mengatakan, rapat bertujuan agar dewan juri memahami kriteria penilaian yang akan dilombakan secara detail. “Jadi ketika ke lokasi, sudah tahu komponen yang akan dinilai dari kategori resik dan aman,” terangnya.

Toyalis mengaku, akan menyiapkan jadwal penilaian kelompok tim juri serta koordinasi dengan Walikota Serang H Syafrudin untuk penilaian. “Kalau tanggal 30 belum selesai, bisa diundur ke tanggal 4 Mei penilaiannya,” kata Toyalis.

Dijelaskan Toyalis, total waktu penilaian tahap pertama selama 13 hari kerja atau 2 minggu. Setiap tim juri terdiri dari tiga orang. Sedangkan kriteria penilaian meliputi partisipasi warga menata lingkungan, lingkungan paling berbunga, lingkungan terinovatif, paling hijau, kelompok penggerak lingkungan, dan kelompok sadar hukum. “Saat penjurian, warga tidak perlu mengerahkan massa, cukup ketua RT dan ketua kelompok pemuda serta sekretaris saja,” terangnya.

Seharusnya, kata Toyalis, ada 402 RT yang akan dinilai. Namun ada satu kelurahan yang tidak ikut lomba yakni Kelurahan Sukalaksana, Kecamatan Curug. Jadi ada enam RT yang tidak ikut. Kendati demikian, keenam RT itu akan tetap diminta konfirmasi. “Tidak akan dinilai, hanya konfirmasi saja oleh juri,” ujarnya.

Ketua Penggerak PKK  Kota Serang Hj Ade Jumaiyah menilai, LRLA Kota Serang membangkitkan semangat gotong royong untuk menata lingkungan menjadi lebih baik dan meningkatkan  keamanan. “Lomba yang digagas Pemkot Serang dan Radar Banten sangat bagus, dampaknya mengena langsung ke warga,” katanya.

Respons dari warga, Kata Ade, luar biasa. Sejak Januari 2020, setiap warga di RT-RT yang dilombakan aktif gotong royong. Ada yang mengecat jalan jadi berwarna, ada yang menanam pohon bunga, ada pula yang membuat ruang terbuka hijau secara mandiri.

Direktur Radar Banten dan Banten TV Mashudi menambahkan, rapat bersama tim juri sebagai tanda kesiapan untuk melakukan penilaian. Meski jadwal penilaian sempat diundur karena Covid-19, namun tidak mengganggu proses penilaian yang akan segera dilakukan. “Saya yakin warga sudah siap dan menunggu, maka dari itu tim juri juga kami pastikan paham dan mengerti komponen penilaian yang dilombakan,” tegasnya.

Sementara itu, proses penilaian lomba tetap menaati prosedur kebijakan pemerintah terkait pencegahan Covid-19, yakni tidak melibatkan massa. Tim juri hanya akan meminta bukti dokumentasi warga saat menata lingkungan. “Semoga lombanya sukses, lingkungan di Kota Serang juga jadi resik dan aman,” harapnya. (mg06/alt)