Penolakan Proyek Geothermal Jangan Sampai Ganggu Iklim Investasi

Kasus Danone dan Mayora Jangan Terulang

Wakil Gubernur Andika Hazrumy memberikan keterangan kepada wartawan terkait penolakan warga atas proyek geothermal, Sabtu (24/3).

SERANG – Wakil Gubernur Andika Hazrumy angkat bicara terkait sikap penolakan warga atas rencana pembangunan proyek pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) atau geothermal di Gunung Prakasak, Kampung Wangun, Desa Batukuwung, Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang. Andika mengatakan, penolakan tersebut jangan sampai mengganggu iklim investasi yang ada di Provinsi Banten.

Menurut Andika, masyarakat di sekitar lokasi proyek geothermal harus tetap menjaga suasana kondusif meskipun bersikukuh menolak rencana pembangunan proyek pembangkit listrik tersebut. Sebab jika suasana di lingkungan masyarakat tidak bisa dikontrol, akan menimbulkan contoh negatif untuk pembangunan di Provinsi Banten.

“Intinya kami ingin yang terbaik. Kami ingin Banten itu kondusif. Misalnya terjadi keributan, ini bisa menandakan kerugian bagi Provinsi Banten. Salah satunya Banten bisa terlihat bahwa tidak aman dalam kegiatan investasi,” kata Andika saat ditemui di salah satu hotel di Kota Serang, Sabtu (24/3).

Andika juga mengungkapkan, Pemprov tidak ingin ada keributan kembali di lingkungan masyarakat atas sejumlah rencana pembangunan di Provinsi Banten. Terlebih, menurutnya, sudah banyak contoh pembangunan di Provinsi Banten yang ditolak masyarakat dan akhirnya berdampak buruk terhadap iklim investasi di daerah.

“Pada saat itu Danone bermasalah, Mayora bermasalah, sekarang geothermal juga bermasalah. Ke depan kita mau jadi apa nanti? Saat ini bagaimana kita mencari titik terbaik untuk kemajuan Provinsi Banten tanpa merugikan masyarakat, tapi berdampak positif bagi masyarakat. Itu tujuannya,” jelas Andika.

Meski demikian, pihaknya menegaskan bahwa Pemprov Banten masih berupaya untuk memfasilitasi warga yang bersikukuh menolak rencana pembangunan proyek geothermal di Padarincang. Salah satunya dengan mempertemukan perwakilan warga ke Kementerian ESDM di Jakarta.

“Kita masih menunggu dari kementerian (Kementerian ESDM). Waktu itu kami sudah minta perwakilan teman-teman yang demo untuk melayangkan surat, nanti akan difasilitasi. Perwakilan warga akan dipertemukan untuk mencari jalan keluar yang terbaik,” tutur Andika.

Diketahui, sejak Senin (19/3), masyarakat Desa Batukuwung, Padarincang, kembali melakukan aksi penolakan terhadap rencana pembangunan proyek geothermal di Gunung Prakasak, Kampung Wangun, Desa Batukuwung, Kabupaten Serang, dengan memblokir akses masuk proyek pengeboran PLTP tersebut.

Pemblokiran itu dilakukan masyarakat dengan membentangkan spanduk penolakan bertuliskan ‘jalan ini disegel rakyat’ hingga menutup seluruh akses masuk proyek geothermal. Hal itu dilakukan karena berdasarkan informasi yang diterima masyarakat bahwa alat berat untuk pengeboran proyek geothermal sedang dalam perjalanan menuju lokasi proyek.

“Karena masyarakat dengar akan ada alat berat perusahaan dari Karawang mau lewat, spontan masyarakat melakukan penutupan jalan,” kata salah satu perwakilan warga Padarincang, Aunillah. (Rifat/RBG)

BAGIKAN