Pentingnya Asuransi di Masa Pandemi

0
1271

Selain untuk transaksi perbankan simpan pinjam, BRI juga memfasilitasi masyarakat dalam bidang asuransi atau proteksi jiwa dengan BRI Life.

BRI Life adalah perusahaan asuransi jiwa yang berada di bawah naungan PT Asuransi BRI Life. Asuransi ini merupakan anak perusahaan dari PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero). 

“Kami ingin mengedukasi masyarakat, bahwa BRI sebenarnya mempunyai banyak proteksi yang tidak di kenal dan tidak sadar nasabah diasuransikan, yang bertujuan untuk memproteksi nasabah,” jelas Pimpinan BRI cabang Cilegon, Sumeslian saat diwawancara Radar Banten.

Pimpinan BRI cabang Cilegon, Sumeslian

Dimasa pandemi covid-19 ini, asuransi merupakan bagian penting bagi masyarakat untuk investasi proteksi diri jangka panjang.

“BRI melalui BRI Life mempunyai produk proteksi jiwa yang bernama Asuransi Mikro Kecelakaan Kesehatan Meninggal Dunia (AMKKM), yang merupakan salah satu program asuransi yang dihadirkan oleh BRI Life yang memberikan perlindungan resiko kecelakaan sampai dengan meninggal dunia, dimana premi hanya Rp50 ribu per tahunnya, masyarakat mendapatkan proteksi rawat inap, meninggal dan lain-lainnya, dan untuk klaimnya pun sangat mudah,” terangnya.

BRI Life menyediakan berbagai varian produk, yaitu asuransi jiwa, unit link (asuransi berbalut investasi), asuransi jiwa kredit untuk usaha, asuransi mikro, dan asuransi pendidikan syariah. Selain itu, perusahaan juga menawarkan program perlindungan Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) yang ditujukan untuk persiapan pensiun.

Sumeslian berharap, masyarakat dapat memahami pentingnya berasuransi untuk proteksi jiwa jangka panjang.

“Harapan kami, masyarakat mulai tersadar untuk berasuransi, karena bagaimanapun asuransi merupakan investasi proteksi diri yang sangat penting dimasa pandemi covid-19,” Harapnya.

Ditempat yang berbeda, Bancassurance Financial Advisor BRI Life unit Anyar, Clara Distifanoor, menjelaskan terkait realisasi BRI Life.

“Seperti salah contoh kasus yang terjadi di Anyar, warga pemegang polis Yuliana, mengikutkan orang tuanya atau tertanggung bernama Sohari, dalam investasi Davestera dengan premi 6 juta per tahun. Ketika tertanggung di daftarkan tersebut meninggal karena serangan jantung, nasabah mengklaim dan menerima santunan 150 juta, padahal beliau baru melakukan setoran dua kali,” jelasnya. (*)