Pentingnya Menjaga Imunitas Tubuh

PANDEMI Covid-19, memaksa orang untuk tinggal di rumah dan tidak diperkenankan melakukan aktivitas sosial dan berkerumun. Warga diimbau untuk tinggal di dalam rumah. Tentu saja, kondisi itu bisa membuat warga stres bila tidak diimbangi dengan aktivitas fisik asalkan tidak melanggar protokol kesehatan.

Prof. Dr. Antonius Kuswanto mengatakan, meski di dalam rumah namun warga tetap harus melakukan aktivitas fisik agar imunitas tubuh tetap terjaga. “Sebab dalam beberapa minggu di dalam rumah dan tidak melakukan aktivitas, tentu itu kurang baik,” katanya.

Aktivitas bisa dilakukan dengan berolahraga ringan seperti jalan atau jogging sambil berjemur. “Kalau tidak bisa berolahraga, maka harus rajin membuka jendela agar ada udara masuk,” katanya.

Kata Prof. Antonius, membuka jendela adalah hal yang paling gampang untuk menjaga agar tubuh fit sebab ruangan menjadi lebih segarKalau ruangan terur tertutup kurang baik bagi kesehatan,  dapat memicu perkembangbiakan bakteri.

Selain itu, hal lain yang bisa dilakukan adalah dengan mengonsumsi makanan sehat, protein, vitamin, dan suplemen kesehatan lain. “Terutama bagi orangtua,” katanya.

Prof. Antonius juga menegaskan agar mengelola stres dan depresi. Sebab kalau depresi atau stres akan berpengaruh pada otak dan hormon yang berdampak pada  sistem fisiologi dan pencernaan. Jadi bolak balik disitu, termausk bakteri di usus. “Yang paling parah dari stres itu, bisa sakit, dan imunnya bisa drop. Itu rawan diserang penyakit, karena itu harus dijaga imunitas tubuh dengan beraktivitas dan mengurangi stres,” katanya.

Sementara Fachruddin Perdana, S.Gz., M.Si, Dosen Program Studi Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Ageng Tirtayasa (Untirta), mengatakan,  mikroba usus memiliki peran penting dalam perkembangan sistem imun. Salah satu cara untuk meningkatkan paparan mikrobial yang bermanfaat dalam meningkatkan daya tahan tubuh adalah dengan menggunakan probiotik dan prebiotik. 

Fachruddin Perdana, S.Gz.,M.Si

Probiotik merupakan sediaan sel mikroba hidup atau   komponen sel mikroba yang memiliki manfaat baik bagi kesehatan manusia. Sedangkan prebiotik merupakan komponen makanan yang tidak dicerna dan dapat meningkatkan pertumbuhan atau aktivitas bakteri baik di usus sehingga bermanfaat bagi kesehatan. “Contoh probiotik salah satunya adalah Lactobacillus casei Shirota strain. Banyak penelitian yang menunjukkan bahwa probiotik dan prebiotik memiliki manfaat yang baik bagi kesehatan. Manfaat baik tersebut terjadi melalui aktivitas mikroba usus yang selanjutnya mempengaruhi perkembangan dan fungsi sistem daya tahan tubuh. Oleh sebab itu, pemberian probiotik dan prebiotik dapat menjadi metode yang aman untuk memperbaiki kesehatan serta mempengaruhi sistem daya tahan tubuh bawaan dan adaptif manusia,” katanya.

Lactobacillus casei Shirota strain

Seperti kita ketahui akhir-akhir ini  banyak sekali sumber penyakit yang disebabkan oleh bakteri merugikan dan virus. Disaat daya tahan tubuh rendah,  akan lebih mudah terserang penyakit. Lalu bagaimana supaya  terhindar dari sumber penyakit tersebut? Jawabannya di dalam tubuh kita sudah terdapat sel-sel kekebalan tubuh yang berfungsi untuk menangkal sumber penyakit tersebut. Sel kekebalan tubuh ini terletak di dalam usus, jika usus kita sehat, seluruh organ tubuh akan kuat dan kita tidak mudah sakit.

YAKULT HADIR UNTUK KESEHATAN WARGA

PT. Yakult Indonesia Persada adalah perusahaan PMA berasal dari Jepang yang memproduksi serta mendistribusikan secara langsung minuman susu fermentasi-minuman keluarga sehat setiap hari-Yakult.

Dr. Minoru Shirota

Pemenang hadiah Nobel Iliya Metchnikov (1908) menemukan pola hidup sehat masyarakat di Pegunungan Kaukasus yang minum susu fermentasi sehingga memiliki usia hidup panjang dalam keadaan sehat. Penemuan itu menjadi dasar penelitian lebih dalam lagi oleh seorang mikrobiologis dari  Universitas Kyoto Jepang bernama Dr. Minoru Shirota. Pada tahun 1930 beliau berhasil mengkulturkan bakteri baik L. casei Shirota strain menjadi bakteri unggul yang tahan terhadap asam lambung dan cairan empedu sehingga mampu mencapai usus kecil dalam keadaan hidup serta menguntungkan bagi kesehatan manusia. Inilah yang menjadi cikal bakal Perusahaan ini berdiri sejak 1935 di Jepang dengan merek produk minuman susu fermentasi Yakult.

Setelah berhasil menjadikan minuman kesehatan Yakult di Jepang, Dr. Minoru Shirota menyampaikan niat mulia bagi seluruh masyarakat di dunia yang disebut dengan Shirota-ism yaitu :

1. Mencegah lebih baik daripada mengobati.

2. Usus yang sehat adalah kunci umur panjang.

3. Membuat Yakult dengan harga yang terjangkau.

Inilah yang sekarang menjadi philosophy perusahaan Yakult di seluruh dunia. Sejak berhasil diterima sebagai minuman yang mempunyai manfaat baik bagi tubuh manusia, Yakult mulai dikembangkan keluar Jepang seperti Taiwan, Korea, Indonesia dan seterusnya. Sekarang Yakult telah tersedia di 40 negara dan menjadi minuman yang dibutuhkan oleh semua usia mulai dari anak kecil hingga manula untuk menjaga kondisi tubuh dan daya tahan tubuh selalu baik.

Di Indonesia, Yakult telah berdiri tahun 1990, mulai berproduksi tahun 1991 yang berkantor pusat di Jakarta dan pada tahun 2020 telah berusia lebih dari 29 tahun. Perjalanan sejak berdirinya Yakult hingga sekarang memberi kesempatan lowongan kerja kepada lebih dari 6.300-an karyawan tetap di semua lini usaha dan menjadi tempat kerja bagi hampir 10.000 orang Yakult Lady sebagai Agen Bebas di wilayah tempat tinggalnya.

Guna memasarkan produk yang baik ini, PT. Yakult Indonesia Persada mempunyai sistem distribusi langsung ke semua gerai (toko, swalayan, pabrik, institusi dll) oleh Sales Force menggunakan mobil berpendingin khusus dengan mengenakan seragam resmi perusahaan. Cara lain adalah melalui Yakult Lady yang mengunjungi peminum langsung (di rumah, kantor dll) sambil menjelaskan manfaat menjaga pola hidup yang baik dan kesehatan pencernaan. Para Yakult Lady ini adalah petugas resmi Yakult yang telah terdidik dalam disiplin dan pengetahuan produk sehingga dapat menjadi Pusat Informasi Berjalan dalam komunitas tempat tugasnya.

Guna menjadikan produk yang baik ini dan selalu terjaga mutunya, PT. Yakult Indonesia Persada memiliki dua pabrik yang terletak di Desa Pasawahan, Cicurug, Sukabumi, Jawa Barat seluas 5 hektar dan di Ngoro Industrial Park, Mojokerto, Jawa Timur seluas 5,25 hektar.

Kedua pabrik ini berlokasi pada kaki gunung dengan kualitas dan kuantitas air yang telah teruji sehingga menjamin kelangsungan produksi. Untuk menjamin kualitas keamanan produk, Standar Produksi Pabrik Yakult telah mengikuti ISO 22000 : 2005 sebagaimana di seluruh dunia, Pabrik Yakult saat ini telah menjadi lokasi tujuan wisata pendidikan masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan tentang produk yang disukai semua lapisan ini.

Kesadaran untuk menjaga tubuh selalu dalam keadaan baik adalah sangat penting, untuk itu Yakult mempunyai divisi Propaganda dan PR Science yang siap mengunjungi kelompok masyarakat (umum, sekolah, praktisi, karyawan kantor/pabrik dll) untuk memberi informasi seputar Yakult dan manfaatnya tanpa ada biaya pelayanan. Kegiatan ini telah dilakukan kepada lebih dari 2.400.000 orang dalam satu tahun di seluruh daerah area tugas kami sehingga masyarakat menyadari pentingnya manfaat Yakult.

Produk yang baik harus sampai ke tangan konsumen dalam keadaan baik pula, untuk itu semua kendaraan pengiriman Yakult harus menjamin suhu dalam perjalanan dan penyimpanannya antara 0 – 10°C. Cara ini bertujuan agar rasa dan manfaat Yakult secara maksimum setiap saat dapat diperoleh oleh konsumen setia Yakult.

Guna mengontrol mutu terbaik di toko, Sales Force yang menggunakan mobil berpendingin khusus membuat jadwal kunjungan sekali seminggu dan mengirimkan kecukupan stock untuk waktu tersebut sehingga potensi Yakult rusak dan kadaluarsa bisa dihindari sampai pada titik nol. Demikian juga dengan pelanggan rumah yang mendapat Yakult dari Yakult Lady, dikunjungi setiap minggu dan dikirimkan sesuai kebutuhan hingga kunjungan berikutnya sehingga selalu produk terbaru didapat pelanggan setia Yakult.

Saat ini, PT. Yakult Indonesia Persada telah melakukan kegiatan CSR atau Tanggung Jawab Sosial Perusahaan untuk masyarakat bekerjasama dengan Lembaga Alam Lestari (LA-LI) di sekitar Pabrik Yakult Sukabumi yaitu Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS). Selain itu Yakult juga bekerja sama dengan Yayasan Lovepink Indonesia melakukan bakti sosial dalam pencegahan kanker payudara dan kegiatan lainnya. (adv/alt)