Petugas perusahaan pelayaran mulai mendata manifes penumpang di gerbang masuk Pelabuhan Merak, Cilegon, Senin (16/7/) pagi.

CILEGON – Operator kapal mulai melakukan pencatatan manifes penumpang kendaraan di Pelabuhan Merak, Senin (16/7). Pendataan manifes penumpang melibatkan petugas gabungan dari PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP), Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (Gapasdap), Indonesia National FerryoOwner Association (INFA), dan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD).

Ketua DPC Gapasdap Cabang Merak Togar Napitupulu mengatakan, petugas Gapasdap dan INFA mulai melakukan pencatatan manifes saat penumpang kendaraan baru masuk area Pelabuhan Merak. Petugas kemudian mendata mulai dari pelat nomor kendaraan, jumlah penumpang, identitas sopir, dan penumpang pengikut yang ada diatas kendaraan.

“Ini mulai diberlakukan untuk penumpang kendaraan. Yang kita catat nomor kendaraannya, nama sopirnya, dan nama-nama penumpang pengikutnya. Kita sudah siapkan formulir data manifes, calon penumpang tinggal mengisinya saja. Kalau tidak bisa, ada petugas kami yang akan membantu mengisnya nanti,” kata Togar kepada Radar Banten, Senin (16/7) siang.

Togar menambahkan, setelah pendataan selesai, penumpang dipersilakan untuk membeli tiket di toll gate pelabuhan dengan membawa formulir manifes. “Syarat untuk membeli tiket adalah menyodorkan formulir manifes. Kalau tidak didata, mereka tidak bisa membeli tiket. Data manifes itu dikembalikan lagi kepada petugas yang menerima tiket ketika mau masuk ke kapal. Dengan demikian, data penumpang akan ketahuan naik kapal apa dan jumlah penumpangnya juga akan ketahuan,” jelasnya.

Pemberlakuan manifes penumpang kendaraan ini, lanjutnya, akan diberlakukan 24 jam penuh. Saat ini pencatatan manifes secara manual masih terus diberlakukan sambil menunggu penyempurnaan sistem elektronik tiket oleh ASDP. “Selama sistem tiket elektronik belum bisa, kita akan lakukan secara manual. Kita sudah siapkan petugas,” tandas Togar.

Manajer PT Dharma Lautan Utama (DLU) Cabang Merak Sunaryo menyatakan, pihaknya mendukung penuh dan siap bersinergi dengan ASDP, Gapasdap, dan INFA dalam melakukan pendataan manifes penumpang.

“Bahkan, kami sudah merekrut petugas yang akan melakukan pendataan manifes penumpang sebanyak 20 orang. Petugas kami akan standby 24 jam penuh. Pendataan ini khusus untuk penumpang kendaraan, kalau pejalan kaki langsung didata oleh petugas loket tiket ASDP,” ucapnya.

Menurutnya, manifes penumpang sangat penting dalam upaya menunjang keselamatan pelayaran. “Kalau data lengkap, kita bisa ukur kekuatan kapal yang aakan mengangkutnya,” beber Sunaryo.

Diberitakan sebelumnya, Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Banten mengultimatum operator kapal di Pelabuhan Merak menyangkut penegakan aturan manifes penumpang. Pemenuhan manifes penumpang wajib untuk ditaati dalam menjamin keselamatan pelayaran kapal. (dre/ibm/dwi/RBG)