SERANG – Meski pemerintah telah menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, Organisasi Angkutan Daerah (Organda) Kota Serang memprediksi penurunan tersebut sulit diikuti dengan penurunan tarif angkutan umum. Hal ini lantaran penurunan harga BBM belum tentu diikuti dengan penurunan harga lainnya, seperti harga suku cadang.

Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Organda Kota Serang Inu Aminudin kepada wartawan, Jum’at (2/1/2015), mengatakan, indikator kenaikan maupun penurunan harga angkutan umum tidak hanya dilihat dari segi harga BBM, namun ada indikator lain yang juga harus diperhitungkan.

“Ketika BBM turun, bahan-bahan lain tidak ikut turun. Punurunan harga BBM diperkirakan tidak akan berdampak pada penurunan harga tarif angkutan apalagi penurunan harga BBM hanya sekitar 10 persen, padahal ketika menaikkan BBM mencapai 30 persen,” ungkap Inu.

Inu menambahkan, pihaknya masih menunggu keputusan Organda Pusat terkait prediksi penurunan harga tarif angkutan. Hal ini lantaran Organda bersifat komando, dimana kebijakan kenaikan maupun penurunan tarif angkutan ditentukan oleh keputusan Organda pusat. “Meski nantinya tarif angkutan tidak turun, namun biasanya, Organda tidak akan menaikkan tarif angkutan jika pemerintah kembali menaikkan harga BBM bersubsidi,” jelas Inu.

Selanjutnya, kata Inu, setelah kenaikan harga BBM pada pertengahan November lalu, partisipasi masyarakat untuk menggunakan angkutan sudah menurun. “Masyarakat lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi ketimbang menggunakan angkutan umum,” kata Inu. (Fauzan Dardiri)