Penurunan Suku Bunga Acuan Tak Pengaruhi Penurunan Bunga Bank

SERANG – Bank Indonesia telah menurunkan BI 7-day Reverse Repo Rate (BI7DRR) atau suku bunga acuan sebesar 25 basis points (bps) menjadi 5,50 poin pada Agustus lalu tampaknya belum memberi pengaruh signifikan terhadap penurunan suku bunga perbankan. Hal itu diakui oleh Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten Erwin Soeriadimadja.

Menurutnya, penurunan suku bunga acuan baru berdampak kepada penurunan suku bunga deposito, meskipun masih kecil. “Kalau dampak suku bunga kredit masih belum. Karena pengaturan suku bunga kredit yang biasanya lebih panjang,” kata Erwin kepada Radar Banten, Selasa (10/9).

Menyikapi suku bunga acuan, Pemimpin BNI Kantor Cabang Serang Rahmanto memastikan, Bank BNI sejauh ini belum menurunkan suku bunga kredit. Untuk suku bunga kredit usaha rakyat (KUR) sebesar tujuh persen, non-KUR 13,5 persen, dan KPR 12,5 persen. “Belum bisa dipastikan kapan turunnya karena terkait kebijakan kantor pusat,” katanya.

Hal yang sama disampaikan Branch Manager Bank Panin KCU Serang Muhammad Rony Rochim. Meski begitu, ia mengungkapkan, untuk suku bunga kredit, khususnya kredit pemilikan rumah (KPR), Bank Panin memberikan suku bunga terbaik, yakni 6,88 persen untuk mendorong masyarakat membeli rumah. “Panin juga menggelar pameran properti untuk mendongkrak penyaluran kredit,” katanya.

Deputy Manager Marketing CitraGarden BMW Fembriyanto juga mengakui, suku bunga dari perbankan ikut memengaruhi minat masyarakat membeli rumah secara kredit. Beberapa perbankan sudah menawarkan bunga khusus, memberikan pengaruh positif meski belum terlalu signifikan.  “Saat ini, perbankan rata-rata menawarkan 6,75 persen sampai delapan persen,” katanya.

Belum signifikannya pengaruh penurunan suku bunga, lanjut dia, karena kondisi perekonomian belum stabil, baik di Indonesia maupun global. Pemilik modal masih menahan diri untuk melakukan investasi ke sektor properti. “Mudah-mudahan kondisi ekonomi membaik sehingga memberikan pengaruh positif bagi penjualan properti,” tuturnya.

Diberitakan lalu, Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 21-22 Agustus 2019 memutuskan untuk menurunkan BI 7-day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 25 basis point (bps) dari 5,75 persen menjadi 5,50 persen, suku bunga deposit facility 25 bps menjadi sebesar 4,75 persen, dan suku bunga lending facility 25 bps menjadi 6,25 persen.  (skn/aas/ira)