Penutupan Jabodetabek Tunggu Pusat

0
859 views

TANGERANG – Walikota Tangerang Arief R Wismansyah angkat bicara soal Surat Edaran Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) tentang Pembatasan Penggunaan Moda Transportasi untuk Mengurangi Pergerakan Orang Dari dan ke Wilayah Jabodetabek Selama Masa pandemik Covid-19.

Arief mengaku masih menunggu arahan dari pemerintah pusat terkait SE. BPTJ memang badan yang dibentuk Kementerian Perhubungan, namun SE itu  sifatnya sebatas imbauan. “Menurut saya itu (surat edaran-red) sifatnya pemberitahuan, karena diedarkan tapi belum bisa dilaksanakan,” katanya saat ditemui di Puspemkot Tangerang, Kamis (2/4).

Apakah  pembatasan akses Jabodetabek efektif atau tidak, Arief menilai efektif atau tidak bisa dinilai ketika sudah dijalankan.  “Kita lihat sekarang masyarakat masih berlalu lalang, masih beraktifitas. Kalau Kota Tangerang menerapkan PSBB (pembatasan sosial berskala besar) kan masih ada yang kerja ke Jakarta, kalau Jakarta tidak ditutup, kita masih mempertimbangkan itu,” jelasnya.

Sementara pada Rabu (1/4) malam, Arief melakukan sidak ke beberapa lokasi yang dijadikan tempat nongkrong. Saat sidak, Arief menemukan kerumunan orang PKL di Jalan Imam Bonjol, Kecamatan Karawaci.

Arief turut didampingi Wakil Walikota Sachrudin, Kepala Satpol PP Agus Hendra, dan Kepala Kesbangpol Kota Tangerang Irman Pujahendra. Arief meminta PKL tidak menyediakan lapak untuk pengunjung. Ia juga membubarkan dan mengimbau warga agar tidak keluar rumah. “Dibawa pulang saja kopinya, sementara tidak usah ada lapaknya. Kalau enggak ada urusan enggak usah nongkrong, mending pulang saja di rumah” katanya kepada warga yang menongrong di lokasi tersebut.

Arief juga meninjau titik keramaian seperti kafe dan warung makan di wilayah Kecamatan Cibodas, Cipondoh, dan Ciledug. Ia meminta pemilik usaha menyediakan sabun cuci tangan dan hand sanitizer. (one/alt/ags)