Penutupan Jalan Sabagi – Muncang Via Waduk Karian Diprotes Masyarakat

0
1.586 views
Jalan Sabagi - Muncang via Waduk Karian di Kampung Baru, Desa Tambak, Kecamatan Cimarga, ditutup.

LEBAK – Jalan Sabagi – Muncang via Waduk Karian ditutup paksa pelaksana proyek nasional pembangunan Waduk Karian di Kampung Baru, Desa Tambak, Kecamatan Cimarga. Penutupan jalan diprotes masyarakat empat desa di Kecamatan Cimarga dan Muncang.

Kepala Desa Sangiangjaya, Kecamatan Cimarga, Usep Pahlaludin mengatakan, Jalan Sabagi – Muncang via Waduk Karian ditutup perusahaan yang melaksanakan pembangunan waduk terbesar ketiga di Indonesia tersebut. Tumpukan batu diletakan di ruas jalan di areal Waduk Karian itu. Sehingga masyarakat Muncang dan Cimarga yang akan ke Rangkasbitung tidak bisa melintas.

“Kami kecewa dengan penutupan jalan ini. Karena ruas jalan tersebut merupakan jalan lintas yang banyak dilalui masyarakat ketika akan ke Rangkasbitung,” kata Usep Pahlaludin kepada Radar Banten, Jumat (22/5).

Padahal, masyarakat di Desa Sangiangjaya, Tambak, Kecamatan Cimarga dan Desa Sindangwangi, Mekarwangi, Kecamatan Muncang, telah berkorban untuk pembangunan Waduk Karian. Mereka merelakan rumah, kebun, dan areal pesawahan untuk dijadikan Waduk Karian. Tapi sekarang balasannya tidak menyenangkan. Untuk melintas saja ke jalan yang biasa dilewati tidak bisa.

“Tidak ada komunikasi dan koordinasi antara perusahaan dengan pemerintah desa. Mereka langsung menutup jalan dan dampaknya dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Untuk itu, masyarakat empat desa di Cimarga dan Muncang sepakat untuk menutup akses kendaraan proyek di Desa Tambak, Sangiangjaya, Mekarwangi, dan Sindangwangi. Jika ada kendaraan proyek Waduk Karian yang melintas di empat desa itu maka akan dihentikan dan diminta putar balik.

“Kita telah dizholimi. Padahal pembangunan yang dilaksanakan pemerintah mestinya tifak mengganggu kenyamanan dan ketertiban masyarakat di daerah,” tegasnya.(Mastur)