Penyakit Gondongan Bisa Sebabkan Tuli Mendadak

0
2.936 views
Penyebab Tuli Mendadak (Grafis: Erie Dini/Jawa Pos/JawaPos.com)

GONDONGAN atau pembengkakan pada kelenjar parotid, kelenjar yang memproduksi air liur, bisa mengakibatkan tuli mendadak. Kasus tersebut banyak dijumpai pada anak-anak. Misalnya, Yudha (bukan nama sebenarnya, Red).

Dua bulan lalu bocah tujuh tahun itu mengalami gondongan. Area di bawah telinganya bengkak. Penyakit tersebut mengakibatkan nyeri dan ketidaknyamanan pada tubuh. ’’Telinga sakit dan saat menelan itu juga nyeri,’’ katanya saat dihubungi, Minggu (29/1), seperti dilansir JawaPos.com.

Pada saat yang sama, pendengaran Yudha tiba-tiba berkurang. Dia tidak menyadari hal tersebut. Namun, bocah kelahiran Surabaya itu lambat laun menyetel televisi dengan suara besar. Dari situ, mama Yudha, Yunita, mulai curiga. ’’Dipanggil kok tidak noleh. Waktu itu hari pertamanya tidak masuk sekolah,’’ ujarnya. Dia kemudian membawa Yudha ke dokter anak. Dokter menyarankan Yunita agar membawa anaknya ke spesialis THT. ’’Setelah itu dapat penjelasan kalau anak saya mengalami tuli mendadak,’’ ungkap perempuan 37 tahun itu.

Spesialis THT RSUD dr Soetomo dr Nyilo Purnami SpTHT-KL membenarkan bahwa salah satu komplikasi gondongan adalah tuli mendadak. ’’Kasus ini jarang, namun bisa bersifat menetap kalau tidak ditangani secara serius,’’ tuturnya. Pendengaran biasanya berkurang pada salah satu sisi telinga saja. Namun, pada sedikit kasus juga terjadi pada dua sisi telinga.

Gondongan, menurut Nyilo, disebabkan infeksi paramyxovirus. Kejadian terbanyak terjadi pada mereka yang berusia 5–9 tahun. ’’Penyakit ini mudah menular. Caranya dengan kontak langsung terhadap penderita. Bisa hanya dengan bicara,’’ jelasnya.

Gejala awalnya mirip flu. Penderita biasanya merasakan meriang. Kemudian, disusul nafsu makan menurun serta daerah pipi yang mulai bengkak. ’’Belum ada obat khusus karena penyebabnya virus. Obat yang diberikan hanya untuk mengurangi dampaknya saja,’’ kata Nyilo.

Sementara itu, tuli mendadak pada penderita gondongan terjadi pada tempo beberapa jam atau kurang dari tiga hari setelah terjangkit. Ada dua kemungkinan yang bisa terjadi, tuli mendadak bisa sembuh sendiri atau malah menjadi permanen. ’’Sekitar 60 persen penderita akan membaik dalam dua minggu,’’ jelas Nyilo. Namun, proses penyembuhan bisa mencapai satu atau dua bulan kemudian.

Tuli permanen disebabkan adanya kerusakan di daerah koklea atau rumah siput. Nah, yang biasa dirasakan tidak hanya gondongan, tetapi juga vertigo. Anak biasanya akan mengeluh mual. ’’Hal itu karena pandangannya berputar-putar,’’ kata Nyilo.

Penanganan yang tepat perlu dilakukan. Menurut Nyilo, terapi yang biasa digunakan adalah pemberian obat steroid. ’’Obat segera diberikan untuk mencegah ketulian permanen,’’ paparnya.

Selain itu, pasien disarankan meningkatkan kondisi tubuh. Caranya istirahat dan mengonsumsi makanan yang bergizi serta vitamin. ’’Gondongan sendiri bisa dicegah dengan imunisasi,’’ tuturnya. Imunisasi yang digunakan untuk mencegah gondongan adalah jenis MMR. Vaksin tersebut biasanya diberikan saat anak berusia 12–18 bulan dan ketika dewasa. (lyn/c15/jan/sep/JPG)