Penyakit WBC Serang Tanaman Padi di Terumbu

0
597 views

SERANG – Penyakit Warang Batang Coklat (WBC) menyerang tanaman padi di Kelurahan Terumbu, Kecamatan Kasemen , Kota Serang. Akibatnya, tanaman padi di daerah tersebut terancam gagal panen.

Menyikapi persoalan tersebut, Dinas Pertanian, Pertenakan dan Kelautan (DPPK) Kota Serang memberikan bantuan obat amplaun pada Petani tanaman padi untuk menghentikan penyebaran penyakit tersebut.

Kabid Pertanian, DPPK Kota Serang, Rudi Sumardi mengatakan, penyakit WBC dapat menyebabkan gagal panen karena bisa menghisap habis isi panen dari tanaman tersebut. Sehingga menyebabkan warna tanaman menjadi coklat dan mati.

Rudi menuturkan,setelah mendapatkan laporan dari para petani, pihaknya lagsung survei dan melakukan tindakan tersebut.”Jadi pada saat mendapatkan informasi dari ketua kelompok Tani Marga Laksana, Kelurahan Terumbu, kita langsung melakukan tindakan secara cepat. Walaupun setelah di survei, untungnya belum terlambat karena baru mengalami penyakit ringan di bawah 25 persen,” katanya saat ditemui diruang kerjanya, Kamis(5/1).

Rudi mengungkapkan, sebaran penyakit tersebut termasuk itensitas ringan, dan pihaknya dapat menyelamatkan satu hektar tanaman padi yang berada di daerah Terumbu.”Belum sampai penyakit sedang 50 persen, dan berat 75 persen. Karena kita berhasil menghentikan penyebaran penyakit WBC tersebut dengan obat Amplaun,” ucapnya.

Kemudian, lanjut Rudi, umur tanaman padi yang terkena penyakit tersebut sekitar satu bulan, dan masih dalam masa genertatif. Maka itu penyebaranya pun dapat dihentikan dengan sekali semprotan saja.

Sementara itu, Kepala DPPK Kota Serang, Hafidzi mengimbau kepada petani di Kota Serang bahwa tidak memakai benih-benih tanaman padi yang sembarangan. Karena di dalam musim hujan ataupun musim panas, kerap terjadi penyakit-penyakit aneh. “Kita harus dapat mengantisipasinya terlebih dahulu, dan ini penanganan terakhir saya di DPPK. Karena saya tahun ini akhir bulan sudah tidak lagi menjadi Kepala DPPK. Semoga saja penyakit ini tidak lagi terulang,” tandasnya.(Adef)