Penyambutan Juri-Hasil Penataan, Tak Sebanding

WALANTAKA – Acara penyambutan Tim 1 Juri Lomba Resik Lan Aman (LRLA) Kota Serang 2020 digelar warga di dua RT di Kelurahan Pengampelan, Kecamatan Walantaka, Rabu (13/5). Namun, tidak berbanding lurus dengan kondisi lingkungannya. Juri masih menemukan beberapa kekurangan.

Penyambutan tim juri di RT 016 RW 01, Lingkungan Ampel, cukup meriah. Beberapa elemen warga menggunakan seragam yang berbeda. Mereka berdiri berjejer di pintu masuk kampungnya. Lalu, memainkan marawis begitu tim juri yang diketuai Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3KB) Kota Serang Toyalis tiba di perkampungan ini.

Di RT 016, pemagaran dan pengecatan jalan telah dilakukan warga RT 016. Demikian pula dengan penghijauan, warga menanam beberapa tanaman di dalam pot.

“Penghijauan sudah ada, tapi alangkah lebih bagus apabila tidak menggunakan pot, langsung ditanam ke tanah. Halamannya kan cukup luas, jadi pagar lingkungan warga langsung dari hasil penghijauan. Kalau sekarangkan pakai pot, nanti potnya bisa dipindah-pindah. Enggak maksimal penghijauannya,” kata Toyalis menilai.

Pengelolaan sampah juga harus menjadi perhatian warga RT 016. Juri tidak menemukan rumah warga yang dilengkapi tempat sampah.

Dari sisi keamanan, pos ronda RT 016 memang sudah dibenahi. Namun, sarana prasarananya belum lengkap. Warga dan pengurus RT harus melengkapi pos ronda dengan borgol, nomor telepon penting, buku mutasi, kotak P3K, dan beberapa peralatan lain.

“Tinggal sedikit lagi kelengkapannya. Sudah ada kentongan, jadwal ronda, senter, dan apar,” ungkap AKP Markun, juri dari perwakilan Polres Serang Kota.

LINGKUNGAN CIBETIK

Kondisi tak jauh berbeda juga tampak di RT 010, Lingkungan Cibetik. Menurut Toyalis, penghijauan di perkampungan ini juga masih kurang. Alasannya, belum memiliki ruang terbuka hijau (RTH).

“Hampir sama seperti Lingkungan Ampel (RT 016-red), penghijauan di sini (RT 010, Lingkungan Cibetik-red) belum maksimal. Apabila ada lahan kosong, warga bisa memanfaatkannya untuk taman toga. Lingkungan ini akan lebih bagus lagi kalau pagarnya terbuat dari tumbuhan. Masih ada waktu untuk kembali melakukan penataan,” ujarnya setelah mendapat sambutan tak kalah meriah dari warga RT 016.

Peralatan di pos ronda RT 010 juga belum lengkap. “Nomor telepon penting belum ada. Itu harus ada di pos ronda untuk memudahkan warga ketika ada suatu kejadian di lingkungan tersebut,” jelas AKP Markun.

Jupran, Lurah Pengampelan, yang selalu mendampingi tim juri mengaku akan mengevaluasi hasil penataan lingkungan RT 016 dan RT 010. Ia berjanji akan menggandeng pengurus RT dan warga untuk membenahi lagi lingkungan kedua RT.

“Dari masukan tim juri tadi (kemarin-red), ada soal kelengkapan pos ronda, terus penghijauan yang langsung ke tanah. Kami akan benahi lagi. Karena bagi kami, ini pertama kali ikut lomba. Kami siap untuk melakukan penataan lagi. Ready pokoknya,” pungkasnya. (rio/don)