Penyebar Hoax Kematian Ustaz Samsudin Diburu

Viral di Media Sosial Dibunuh PKI

0
4157

SERANG – Petugas Satreskrim Polres Serang Kota memburu pelaku penyebar hoax kematian Ustaz Samsudin (44) yang viral di media sosial (medsos). Berita bohong yang viral di medsos menyebutkan Ustaz Samsudin tewas akibat dibunuh oleh simpatisan Partai Komunis Indonesia (PKI).

“Kami sangat menyayangkan dengan kondisi duka yang dialami oleh keluarga korban ada pihak-pihak yang membuat hoax (berita tidak benar-red). Kami pastikan berita itu adalah hoax,” ujar Kabid Humas Polda Banten Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Edy Sumardi saat ekspose di Mapolres Serang Kota, Sabtu (4/5).

Diketahui, Ustaz Samsudin menjadi korban penganiayaan yang berujung kematian yang dilakukan oleh Romli Husen (32), Kamis (2/5). Sebelum kejadian tersebut, Romli diketahui menginap di rumah korban di Kampung Keramat, Desa Kaduagung, Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Serang, Rabu (1/5).

Romli merupakan warga Kampung Sindangbaru, Desa Ciasmara, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, yang tinggal di Desa Luwuk, Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Serang. Antara pelaku dan korban sudah saling mengenal satu sama lain. Oleh karena itulah korban meminta pelaku menginap karena waktu hampir memasuki salat magrib.

“Si Romli ini murid ngajinya Ustaz Samsudin,” kata Edy.

Kebaikan korban tersebut dituruti pelaku. Dia menginap di rumah korban. Sekira pukul 18.00 WIB, pelaku bersikap aneh. Dia berteriak-teriak tidak jelas di dalam kamar mandi. Korban bersama istrinya mendatangi pelaku. Setelah diajak berbicara, pelaku berhasil ditenangkan. Kamis (2/5) sekira pukul 04.00 WIB, pelaku kembali mengamuk di dapur. Korban yang terbangun dari tidurnya menghampiri pelaku.

Namun, niat korban menenangkan pelaku malah mendapat serangan. Tiba-tiba saja, pelaku menyerang korban menggunakan senjata tajam (sajam) jenis golok dan menyabetkannya ke leher korban. Pelaku yang membabi buta beberapa kali menyabetkan sajam tersebut. Korban hanya bisa menangkisnya menggunakan tangan. Karena banyak mengeluarkan darah, korban akhirnya tersungkur.

Suara kebisingan dari dapur dan minta tolong korban terdengar oleh istrinya. Seketika istri korban menuju dapur. Saat berada di dapur, istri korban sudah melihat suaminya sudah tak berdaya. Ia pun berteriak histeris. Teriakan istri korban itu, terdengar oleh warga sekitar. Mereka lalu mendatangi rumah korban dan menghakimi pelaku.

“Yang disebarkan di Facebook ini, korban terlihat menderita luka dengan posisi tangan terikat. Padahal yang dalam gambar tersebut adalah terduga pelaku yang sempat dihakimi massa,” kata Edy.

Berdasarkan penelusuran Radar Banten di medsos Facebook, Minggu (5/5), sejumlah akun menyebarkan hoax tersebut. Akun pertama berinisial SAD. Dia menuliskan “Innalillahi Wainaillaihirajiun, Ustaz Samsudin sekaligus penasihat ormas Islam di Serang”, dengan gambar tangan terikat dan kepala penuh luka. Status milik SAD tersebut telah disebar oleh pengguna Facebook sebanyak 33.813 dan dikomentari 3.253 pada pukul 17.28 WIB.

Selain SAD, akun lain ICS juga menyebarkan hoax. Dia menuliskan di status medsosnya bahwa ulama mulai diincar para PKI. Dia juga menuliskan ulama tersebut tewas dibacok. Namun, saat ditelusuri, akun ICS sudah tidak ada. “Waktu penyebarannya belum tahu karena masih diselidiki,” kata Kapolres Serang Kota Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Firman Affandi.

Penyebaran hoax tersebut, tidak hanya melalui Facebook. Hoax tersebut juga menyebar secara berantai melalui pesan WhatsApp (WA). Untuk mengungkap identitas pelaku penyebar hoax tersebut, petugas telah berkoordinasi pusat laboratorium forensik Mabes Polri untuk melacak jejak digitalnya.

“Kalau sudah diviralkan artinya kita harus melacak, mendeteksi jejak elektronik siapa yang pertama menyebarkan. Semoga dalam waktu dekat kita ketahui siapa pihak pertama yang menyebarkan,” tutur Firman didampingi Kasat Reskrim Polres Serang Kota Ajun Komisaris Polisi (AKP) Ivan Adhitira dan Kapolsek Pabuaran Ajun Komisaris Polisi (AKP) Yudha Hermawan. (mg05/air/ira)