Penyebaran Corona di Cilegon Meningkat, Sumbernya di Industri

0
1.728 views
Ilustrasi kawasan industri di Kota Cilegon. Foto: KIEC

CILEGON – Kasus positif Covid-19 di Kota Cilegon terus meningkat. Berdasarkan catatan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Cilegon, kini warga Cilegon yang terkonfirmasi positif Corona bertambah satu dan jumlahnya menjadi tiga orang.

Dua warga Kelurahan Panggungrawi, Kecamatan Jombang, satu lagu yang terbaru warga Keurahan Tegal Bunder, Kecamatan Purwakarta. Warga berjenis kelamin perempuan berusia 26 tahun ini dinyatakan positif Corona setelah melakukan swab test di Rumah Sakit Krakatau Medika (RSKM) Cilegon.

Namun, yang menjadi sorotan bukan data yang tercatat oleh Pemkot Cilegon, melainkan kasus Covid-19 yang masuk melalui jalur industri. Kini sudah ditemukan tiga tenaga kerja asal luar Kota Cilegon yang positif Covid-19. Ketiga tenaga kerja itu di antaranya, dua orang asal Palembang, Sumatera, yang bekerja di perusahaan mitra PT Chandra Asri Petrochemical (CAP), dan satu orang lainnya asal Purwakarta, Jawa Barat yang bekerja di perusahaan sub kontraktor PT Krakatau Engineering (KE).

Hal itu pun dianggap oleh DPRD Kota Cilegon sebagai catatan negatif Gugus Tugas Percepatan Penangan Covid-19 Kota Cilegon dalam mengatisipasi masyarakat dari luar daerah masuk ke Kota Cilegon.

Anggota DPRD Kota Cilegon dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Qoidatul Sitta menjelaskan, terungkapnya kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di industri tersebut harus jadi bahan evaluasi Pemkot Cilegon.

Hal itu menunjukkan ada kelemahan kebijakan dalam mengatisipasi penyeberan Covid-19 di Kota Cilegon. Kelemahan itu bisa dilihat dari kronologi tenaga kerja asal Purwakarta yang terkonfirmasi positif Covid-19. Kesehatan tenaga kerja itu baru diperiksa ketika telah masuk Kota Cilegon.

Idealnya, jika ada industri yang hendak memperkerjakan tenaga kerja dari luar Kota Cilegon, pemeriksaan kesehatan dilakukan secara berlapis, yaitu di daerah asal tenaga kerja tersebut, dan di Kota Cilegon. “Jadi kalaupun di daerah asalnya dinyatakan negatif, saat tiba di Kota Cilegon, diperiksa kembali,” ujar Sitta, Senin (11/5).

Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Cilegon harus bersikap tegas kepada industri agar mengikuti protokol pencegahan penyebaran Covid-19. Sitta berharap ke depan tidak lagi ditemukan kasus tersebut.

Kepala Disnaker Kota Cilegon, Suparman mengaku telah melayangkan Surat Edaran pada 14 April lalu kepada seluruh industri untuk mentaati protokol Covid-19. “Kami hanya bisa mengimbau,” ujarnya.

Saat ditanya lebih detail tentang isi surat edaran tersebut, Suparman tidak merespons pertanyaan dari wartawan. (Bayu M)