Penyediaan dan Pemanfaatan RTH di Tangsel Perlu Ditingkatkan

0
1430
Tiar Pandapotan Purba

TANGERANG SELATAN – Pemerintah Kota Tangerang Selatan pada Kamis (1/4) melaksanakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) untuk menyusun Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2022. Musrenbang secara virtual dibuka oleh Walikota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diani.

Dalam kaitan itu, pakar perkotaan Tiar Pandapotan Purba mencermati dua hal. Pertama, apresiasi kepada Walikota Tangsel yang sangat empati terhadap kondisi warga kota melalui berbagai kebijakan insentif kewajiban pajak. Kegiatan vaksinasi lansia, bantuan sosial, dan dukungan kepada UMKM.

“Pemkot juga sangat hati-hati dalam menerapkan pembatasan sosial. Sementara kegiatan ekonomi di masyarakat tetap bergerak,” kata Tiar dalam keterangan tertulis.

Kedua, lanjut Tiar, RKPD tahun 2022 tersebut mencerminkan semangat warga Tangsel yang cerdas, modern dan religius di sektor lingkungan.

“Prioritas dan fokus pembangunan daerah tahun 2022, saya lihat sudah memasukkan isu lingkungan. Saya menyampaikan ini karena ingin mendorong penyediaan dan pemanfaatan ruang terbuka hijau (RTH) terus ditingkatkan,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, ada beberapa hal yang melandasi saran tersebut, yaitu pertambahan penduduk, kebutuhan terhadap hunian dan perubahan fungsi lahan, perubahan iklim, dan luas RTH yang belum memenuhi mandat UU tentang Penataan Ruang. Kemudian, perhitungan luas RTH menggunakan oksigen (O2) dan/atau THI di Kota Tangerang Selatan yang ternyata belum nyaman, pemahaman warga yang lemah bahwa 30 persen RTH dari luas wilayah kota termasuk ruang pekarangan rumah, RTH di kabupaten/kota tetangga menunjukkan penurunan luas RTH, dan pandemi Covid-19 yang belum selesai.

“Kita tahu bahwa, Kota Tangerang Selatan ini adalah wilayah perkotaan yang aktif. Sektor ekonominya menghasilkan efek negatif (CO2) pada lingkungan. Oleh karenanya  diperlukan kebijakan yang merasuk hingga ke tingkat warga,” ungkapnya.

Selain itu, menurut Tiar, kinerja luas RTH di Kota Tangerang Selatan dari sisi penyediaan dan pemanfaatan perlu dievaluasi secara menyeluruh dan gradual. Pemkot Tangsel hingga warga bisa melakukan audit mandiri pemanfaatan RTH mulai dari pekarangan, bangunan publik/privat, taman RT, taman RW, taman kelurahan, dan taman kecamatan serta RTH lainnya.

Penelitian membuktikan bahwa luas dan pemanfaatannya masih perlu ditingkatkan. Penelitian pada masa pandemi menyatakan bahwa peningkatan 1 persen vegetasi perkotaan akan memperlambat 2,6 persen kumulatif kasus Covid-19. Temuan tersebut menguatkan pentingnya vegetasi bagi kehidupan. Jika RTH kita hanya berupa elemen sosial sementara fungsi ekologisnya kurang, maka fungsi RTH belum maksimal dan kota semakin panas-tidak nyaman.

“Oleh karenanya, saya mendorong agar kebijakan pembangunan RTH ini ditindaklanjuti. Hal ini penting agar Kota Tangsel menjadi semakin tangguh,” kata Tiar.

Terakhir, Tiar mengucapkan selamat atas pimpinan daerah yang baru. Semoga Kota Tangerang Selatan  semakin aman, nyaman, produktif, berkelanjutan, dan tangguh. (aas)