Penyekatan di Pintu Tol Merak, Ratusan Pemudik Diminta Putar Balik

0
669 views
Polisi memeriksa pengendara di Merak.

CILEGON – Direktorat Lalu Lintas Polda Banten bersama bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Banten melakukan penyekatan di Pintu Tol Merak untuk menghalau masyarakat yang mudik ke sejumlah daerah di Pulau Sumatera.

Penyekatan pada Sabtu (25/4) malam hingga Minggu (26/4), sejumlah pengendara yang terjaring oleh petugas diminta untuk kembali ke daerah asalnya.

Salah satunya Primadona Putra. Pria yang disapa Donal itu membawa penumpang sebanyak empat orang menggunakan kendaraan jenis mini bus dari Jakarta Selatan ke Lampung.

Saat dimintai keterangan, Donal mengaku sempat dikeluarkan oleh petugas check point di Bitung, Tangerang. Namun Donal kembali melanjutkan perjalanan dengan masuk dari pintu Tol Cikupa.

Meski mengakui sebelumnya telah disekat oleh petugas di Tangerang, namun Donal berkilah belum mengetahui adanya larangan mudik. “Sekarang mau kembali lagi ke Jakarta,” ujar Donal kepada wartawan usia dimintai keterangan oleh petugas, Sabtu (25/4).

Dirlantas Polda Banten Dirlantas Polda Banten Kombes Pol Wibowo menjelaskan, selama dua hari sudah sebanyak 443 kendaraan, baik roda empat maupun sepeda motor, yang terjaring operasi.

Dengan berbagai macam alasan, kendaraan-kendaraan yang berasal dari daerah yang telah menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dan zona merah itu nekat untuk mudik ke sejumlah daerah di Pulau Sumatera.

“Penyekatan dari tol Cikupa sampai ke Merak. Kemarin (Jumat, 24/4) sebanyak 257 kendaraan. Hari ini (Sabtu, 25/4) penyekatan ke kendaraan 186 kendaraan,” ujar Wibowo di sela-sela penyekatan.

Kata Wibowo, melihat data dua hari terakhir, kendati masih ditemukan pemudik, namun jumlahnya alami penurunan. Ia berharap penurunan itu terus berlanjut hingga tak ada lagi ditemukan pemudik yang hendak menyebarang melalui Pelabuhan Merak.

Larangan mudik tahun ini telah ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo untuk memutus rantai penularan Covid-19. Karena itu, Wibowo berharap masyarakat untuk menaati aturan itu.

“Seluruh masyarakat dilarang untuk melakukan perjalanan mudik, tidak hanya berlaku untuk daerah PSBB saja. Kita semua tidak bisa memastikan dalam perjalanannya dalam keadaan sehat. Tolong masyarakat juga memahami situasi ini,” paparnya.

Upaya penyekatan tersebut menurut Wibowo akan dilakukan hingga 31 Mei me ndatang. (Bayu Mulyana)