Penyelam Tewas di Sangiang Saat Fun Diving

SERANG – Kegiatan fun diving yang digelar sejumlah warga Jakarta di sekitar Pulau Sangiang, Kecamatan Anyar, Kabupaten Serang, berubah duka. Salah seorang peserta, James Ade Ignatius Salaka (32), warga Kelapa Gading, Kecamatan Koja, Jakarta Utara tewas saat melakukan penyelaman, Sabtu (8/9).

Informasi yang dihimpun rombongan fun diving dari Jakarta tersebut berjumlah sepuluh orang. Mereka bertolak menuju Pulau Sangiang dari Pantai Mabak, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon, sekira pukul 11.00 WIB. Sebuah Kapal Motor (KM) Khatulistiwa mereka sewa dari Merak untuk menyeberang ke Sangiang.

Setelah melakukan perjalan laut sekitar satu jam, rombongan penyelam asal Jakarta menyelam di sekitar perairan Pulau Sangiang yang banyak ditumbuhi terumbu karang. Saat melakukan penyelaman James didampingi oleh rekannya yang bernama Suci Istachotil Jannah. James bersama rekan-rekannya melakukan penyelaman di kedalaman sembilan sampai 12 meter.

Saat asyik menyelam, tiba-tiba ada arus datang. James dan Suci pun terpisah. Setelah sekitar 37 menit melakukan penyelaman, James ditemukan sudah mengapung. Dia tidak merespons saat rekan lain memberikan pertolongan. James yang sudah terkapar kemudian dievakuasi ke KM Khatulistiwa untuk selanjutnya dibawa kembali ke Pantai Mabak menggunakan kapal tersebut.

Sesampainya di darat, di Pantai Mabak, James diketahui sudah tidak bernyawa. Para peserta fun diving dibantu petugas Polsek Pulomerak membawa James ke Rumah Sakit Krakatau Medika (RSKM) Cilegon untuk mendapatkan tindakan medis.

Nakhoda KM Khatulistiwa Ipik Yani (38) menuturkan, awalnya ia membawa rombongan penyelam dari Jakarta sekira 10 orang. Berangkat dari Pantai Mabak sekira pukul 11.00 WIB. Setelah satu jam perjalanan, sampailah di perairan Pulau Sangiang. Para penyelam turun ke dasar laut untuk menyelam.

“Pas hampir jam satu (13.00 WIB), ada salah satu penyelam yang butuh pertolongan dan diangkat ke kapal, tapi sudah kaku badannya meski sudah dibantu pernapasan oleh teman-teman yang lain. Terus kami bawa ke Pantai Mabak,” kata warga Tamansari, Pulomerak ini.

Ia menambahkan, saat sampai di Pantai Mabak, korban langsung dilarikan ke RSKM Cilegon. “Para penyelam dibantu polisi membawa korban yang sudah kaku, kalau saya saat peristiwa itu pas rombongan penyelam menyewa kapal saya, jadi ikut bantu angkat korban ke perahu,” imbuhnya.

Pasintel Lanal Banten Kapten (Mar) Ready Oktapriadi mengatakan, peristiwa tersebut terjadi di Perairan Sangiang. Korban tewas dievakuasi oleh awak kapal beserta rekan-rekannya yang menyelam. “Kami bersama pihak kepolisian mengevakuasi setelah tiba di Pantai Mabak, korban yang sudah tidak bernyawa langsung di bawa ke RSKM Cilegon,” jelasnya.

Ready mengimbau kepada para wisatawan yang melakukan penyelaman di sekitar Perairan Sangiang untuk berhati-hati. Ia berharap, peristiwa tewasnya penyelam tidak terjadi lagi. “Saat menyelam pastikan kondisi tubuh sedang fit,” imbaunya. (Bayu M-BRP/RBG)