Penyelundup Kayu Ilegal Ditangkap

Barang bukti truk tronton yang membawa ribuan kayu ilegal yang berada di Mapolda Banten, Senin (24/8)

SERANG – SS alias Bodang diringkus petugas Subdit IV Tipiter Ditreskrimsus Polda Banten di daerah Prabumulih, Sumatera Selatan, Rabu (12/8) malam. Warga Jambi itu dituding sebagai otak penyelundupan ribuan batang kayu ilegal.

Sebelumnya, sebuah truk tronton bernopol BM 8265 ZU diamankan di Jalan Raya Merak, Lintas Tol Merak Cikuasa Atas, Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon, Minggu (2/8) lalu.

Tronton yang dikemudikan oleh Heri Saputra itu memuat 3.067 batang kayu ilegal. Heri Saputra dan kernet truk bernama Dedi Irawan langsung diamankan petugas. “Kayu tersebut berasal dari hutan lindung di Sumatera. Kayu tersebut dibawa dari Jambi dengan tujuan Cikarang, Kota Bekasi, Jawa Barat,” kata Direktur Reskrimsus Polda Banten Komisaris Besar (Kombes) Pol Nunung Syaifuddin dikonfirmasi Senin (24/8).

Namun, Heri dan Dedi tidak menyadari ribuan batang kayu itu adalah ilegal. Sebab, muatan itu dilengkapi oleh surat keterangan sah hasil kayu (SKSHHK) Nomor: KO.A.0430625 yang dibuat oleh Bodang bersama rekannya JH alias Yono dan HS (buron). “Dokumen tersebut menyerupai aplikasi sistem penatausahaan hasil hutan (SIPUHH) online milik CV Karya Lestari. Kita sudah mengecek dokumen tersebut, setelah dicek, dipastikan dokumen tersebut palsu,” kata Nunung didampingi penyidik Ajun Komisaris Polisi (AKP) Tb Abu Naser dan Brigadir Polisi Kepala (Bripka) Wawan Setiawan.

Oleh karena itu, Heri dan Dedi dibebaskan oleh petugas dari sangkaan penyelundupan kayu ilegal. “Sudah dilakukan pemeriksaan, keduanya tidak terlibat, hanya disuruh mengantar saja karena dijanjikan upah,” beber Nunung.

Usai melepas sopir dan kernet truk, polisi memburu Bodang dan dua rekannya. Bodang lolos saat digerebek di persembunyiannya di Jambi. 

“Sebelum kita lakukan penangkapan tersangka (di Jambi-red) sempat melarikan diri. Dia (tersangka-red) kita lakukan penangkapan di daerah Prabumulih, Sumatera Selatan. Dia bersembunyi di kediaman saudaranya,” kata Nunung.

Hingga kemarin, polisi masih memburu dua orang rekan Bodang. Sedangkan kayu dan truk diamankan di Mapolda Banten. “Saat ini kami masih melakukan pengembangan terhadap pelaku lain yang belum ditangkap,” kata Nunung.

Bodang disangka melanggar Pasal 83 ayat (1) huruf b dan atau Pasal 88 ayat (1) huruf a dan b UU Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan jo Pasal 55 ayat (1) KUH Pidana. “Ancaman pidananya lima tahun,” tutur mantan Direktur Polairud Polda Banten tersebut. (mg05/nda)