Penyelundup Sabu 1 Ton Pura-pura Jadi Pemancing Ikan

0
971 views
Sejumlah polisi menunjukkan barang bukti dari bandar narkoba di kawasan Anyar. (Ist for Jawapos.com)

DIREKTORAT Reserse Narkoba Polda Metro Jaya bersama Satnarkoba Polres Depok mengungkap jaringan narkoba asal Tiongkok. Dalam pengungkapan tersebut polisi menyita total satu ton narkoba jenis sabu-sabu.

Total ada empat pelaku dari jaringan ini, mereka adalah Lin Ming Hui, Chen Wei Cyuan, Liao Guan Yu, dan Hsu Yung Li. Lin Ming Hui ditembak mati karena melakukan perlawanan.

Kapolda Metro Jaya Irjen Mochammad Iriawan menerangkan, semua pelaku yang ditangkap pada Kamis (13/7) dini hari kebetulan berada di Anyar, Banten. Tepatnya di bibir pantai.

Penangkapan kata dia, dilakukan setelah melakukan pengintaian selama dua bulan lebih. Modus pengirimannya dengan kapal laut besar yang kemudian sabu-sabu dibawa lagi menggunakan perahu karet kecil. “Rencananya akan dibawa ke Jakarta,” kata dia, Kamis (13/7).

Uniknya, kata dia, pelaku yang keseluruhan berasal dari Tiongkok ini berkedok turis. Mereka bahkan berpura-pura sebagai pencari ikan di Anyar. “Kedoknya sebagai turis, kunjungan, pura-pura mancing selama sebulan,” sambung dia.

Meski begitu, Iriawan menegaskan polisi tidak terkecoh. Sebab, para pelaku telah dipantau setiap pergerakannya selama dua bulan belakangan. Hingga akhirnya kata dia dilakukan upaya penangkapan dan sempat ada upaya melawan petugas. “Makanya kami berikan tindakan terukur karena dia berusaha menabrak petugas,” kata dia.

Jenderal bintang dua ini menerangkan, saat ini pihaknya masih mendalami apakah ada keterlibatan warga Indonesia dalam kasus ini. “Pelaku ini warga negara Taiwan, justru itu yang menarik akan kami dalami, kok bisa dia hafal tempat itu kemudian disiapkan dari mana, kita akan kembangkan,” tambahnya.

Dari penangkapan ini, total penyidik menyita barang bukti sebanyak 27 kotak berisi sabu-sabu yang disimpan di mobil Toyota Innova warna emas dan 24 kotak sabu di Toyota Innova warna hitam. “Nilai uang sekira Rp 1,5 triliun, ada dua juta manusia yang bisa kita selamatkan,” tukas dia. (elf/JPG)