Penyelundup Sabu 1 Ton yang Kabur Berhasil Dibekuk Polisi

0
1.031 views

ANYAR – Setelah berhasil lolos dari sergapan polisi di Hotel Mandalika, Anyar, Kabupaten Serang pada dini hari tadi, akhirnya seorang pelaku yang merupakan kelompok penyelundup narkoba jenis sabu seberat 1 ton itu berhasil ditangkap.

Warga negara asing (WNA) asal Taiwan itu berhasil dibekuk oleh polisi dan di bantu TNI saat hendak menyetop kendaraan tidak jauh dari Apotik Gama dan juga gapura selamat datang di perbatasan Anyar dan Kota Cilegon, Kamis (13/7) sore.

Yadi penjaga Apotik Gama, Anyer mengatakan ada sekitar 30 menit pelaku berdiri ditepi jalan itu. Kata Yadi, terlihat pelaku sedang menunggu transportasi umum. Lantaran tidak mengenal wilayah, namun bukannya mobil angkot yang disetop malahan warga asing itu menyetop setiap bus yang melintas. Padahal untuk di Jalan Raya Anyer Cilegon tidak ada transportasi umum berjenis bus yang beroperasi mencari penumpang.

“Saya juga melihatnya sudah langsung curiga. Karena dia memakai sepatu boots, kan sama seperti teman-temannya yang sudah ditangkap polisi pakai sepatu boots juga. Saya tahu karena melihat foto-foto temannya dari FB,” ujar dia.

Sementara itu, Iwan pedagang disekitar mengungkapkan prosesi penangkapan berlangsung dengan cepat, sekira pukul 04.30 WIB. Tidak ada perlawanan dari pelaku. “Ada satu mobil polisi yang nangkap, terus itu tidak lama anggota TNI datang,” katanya.

Setelah penangkapan berlangsung, pelaku kemudian dibawa oleh polisi ke Mapolsek Anyer. Sejumlah awak media tidak diperkenankan untuk mengambil gambar dan wawancara meminta keterangan.

Tidak lama setelah itu, jajaran polisi dari Polres Cilegon yang salah satunya Kabag Ops Sujatna menjemput pelaku dan memasukannya kedalam kendaraan roda empat berwarna hitam. Belum diketahui apakah pelaku tersebut dibawa ke Polres Cilegon, Polda Banten, atau langsung diantarkan menuju Polda Metro Jaya.

Baik Kabag Ops Sujatna dan Kapolres Cilegon AKBP Raden Romdhon Natakusuma saat dihubungi Radar Banten Online melalui telepone selular belum menjawab. (Riko Budi Santoso/rikosabita@gmail.com)