Penyelundup Sabu 787 Kilo Dituntut Mati

0
1253
JPU Kejari Serang Deasy Mariana (kiri) saat membacakan surat tuntutan di PN Serang, Senin (1/2). Dua penyelundup sabu-sabu itu dituntut pidana mati.

SERANG – Dua orang penyelundup sabu-sabu seberat 787 kilogram (Kg) dituntut pidana mati di Pengadilan Negeri (PN) Serang, Senin (1/2). Dua warga negara asing (WNA) itu dinilai terbukti bersalah melanggar Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika jo Pasal 65 ayat (1) KUH Pidana.

Dua penyelundup itu adalah Bashir Ahmed (43), WN Pakistan, dan Adel (47), WN Yaman. “Sebagaimana dalam dakwaan primer,” kata jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Serang Deasy Mariana.

Tuntutan pidana mati itu didasarkan atas pertimbangan perbuatan keduanya tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas narkoba, berbelit-belit dalam persidangan. Selain itu, perbuatan keduanya merusak generasi penerus bangsa sebagai hal memberatkan.

 “Hal yang meringankan kedua terdakwa belum pernah dihukum,” ujar JPU dihadapan majelis hakim yang diketuai Atep Sopandi.

Ahmed dan Adel disergap petugas Bareskrim Mabes Polri, Jumat (23/5/2020) lalu. Keduanya disergap saat sedang berada dalam ruko di Jalan Raya Taktakan–Gunungsari, Kampung Kepandean Got, Kelurahan Taktakan, Kecamatan Taktakan, Kota Serang. Polisi menemukan 700 lebih kemasan sabu sabu ukuran satu kilogram. “Keduanya terbukti tanpa hak menyimpan dan memiliki narkoba jenis sabu seberat 786.795 gram atau sekira 787 kilogram,” kata JPU.

Sabu-sabu senilai Rp1 triliun lebih itu rencananya dibawa Adel dan Bashir ke Jakarta. Sabu-sabu itu diketahui diambil oleh kedua terdakwa dari perairan Banten Selatan menggunakan minibus. Untuk mengelabui petugas, kedua terdakwa menutupinya dengan asam kuranji.

Usai pembacaan tuntutan, kedua terdakwa melalui kuasa hukumnya bakal mengajukan pembelaan. “Dengan demikian sidang dinyatakan selesai dan ditutup,” tutup Atep Sopandi. (mg05/nda)