Penyelundupan Narkoba di Dalam Pembalut Wanita Digagalkan

TANGERANG – Polresta dan Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) berhasil mengagalkan penyelundupan narkoba asal Malaysia dan Nigeria. Hal tersebut terungkap saat rilis penggagalan penyelundupan narkoba yang digelar di aula Kantor Bea cukai Bandara Soetta, Kamis (17/5).

Dari rilis tersebut, upaya penyelundupan pertama terjadi pada Jumat (20/4) lalu, dimana petugas mendapati perempuan berinisial BSY (27) WNA Malaysia yang tiba menggunakan penerbangan Batik Air rute Kuala Lumpur-Jakarta. Pelaku menyembunyikan pil ekstasi sebanyak 1.470 butir di selangkangan yang disembunyikan dalam pembalut.

Sementara, pada Sabtu (12/5) lalu penyeludupan narkoba terjadi di area kargo di salah satu perusahaan jasa titipan. Sebanyak 1.065 gram atau satu kilogram sabu diketahui saat petugas bandara melakukan X-ray 15 gulungan benang asal Lagos, Nigeria.

Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea Cukai Bandara Soetta Erwin Situmorang mengatakan, sebanyak 1.470 butir ekstasi yang dibawa perempuan berinisial BSY tersebut merupakan kejadian pertama penyeludupan ekstasi yang disembunyikan di dalam pembalut yang dikenakan dan sudah dimodifikasi. ”Biasanya modus seperti ini dilakukan untuk penyelundupan sabu,” kata Erwin.

Erwin menambahkan, untuk 1.065 gram sabu pihaknya melakukan pencegahan dengan langsung menghubungi Polres Bandara Soetta untuk melakukan controlled delivery (pengelabuan pemesanan).

Sementara, Kapolres Bandara Soetta AKBP Viktor Togi Tambunan mengatakan, BSY mengambil paket ini dari salah satu mal di Kuala lumpur. ”Kurir ini terbang ke Indonesia, untuk mengantar paket ini ke salah satu hotel di Wilayah Manggadua, Jakarta Utara,” katanya.

Victor menambahkan, pihaknya melakukan controlled delivery terhadap tersangka yang diperintahkan untuk menyimpan barang tersebut di kamar hotel. ”Kami sempat menunggu pembelinya di hotel, namun selang beberapa jam ditunggu tak ada orang lain yang datang mengambil paket tersebut,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Victor menyebutkan, daya rusak narkoba yang berhasil digagalkan penyelundupannya sekira 10.000 jiwa. Akibat perbuatan yang dilakukan, tersangka terancam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. ”BSY dijerat hukuman penjara paling lama 20 tahun dan denda maksimum Rp10 miliar,” pungkasnya. (Hairul Alwan/RBG)