Penyemprotan Disinfektan Dilakukan Berkala

Walikota Cilegon Edi Ariadi bersama unsur Forkopimda saat memantau penyemprotan cairan disinfektan di Pelabuhan Merak dan TTM.

CILEGON – Penyemprotan tempat-tempat publik di Kota Cilegon menggunakan cairan disinfektan oleh  Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 akan berlangsung secara berkala hingga 29 Mei. Kemarin, penyiraman kembali  dilakukan di sejumlah tempat publik.

Penyiraman dilakukan di Terminal Terpadu Merak (TTM), Pelabuhan Merak, Stasiun Merak, Pasar Merak, Pasar Cigading, Stasiun Krenceng, jalur protokol, Pasar Blok F, Stasiun Cilegon, Pasar Kranggot, dan Terminal Seruni.

Proses penyemprotan dipantau secara langsung oleh Walikota Cilegon Edi Ariadi serta jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan unsur-unsur yang masuk ke dalam Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Cilegon.

Pantauan Radar Banten, Walikota Cilegon Edi Ariadi dan rombongan pertama memantau proses penyemprotan di Dermaga Eksekutif Pelabuhan Merak, kemudian di TTM, dan terakhir di Pasar Kranggot.

“Akan kita lakukan sampai 29 Mei, berkala lah, bisa saja tiga hari sekali atau berapa kali sehari, nanti diatur,” ujar Edi di sela-sela penyemprotan cairan disinfektan di TTM, Selasa (31/3).

Menurut Edi, penyemprotan cairan disinfektan di tempat-tempat publik merupakan salah satu upaya yang dilakukan pemerintah untuk mencegah penyebaran Covid-19 di Kota Cilegon.

Sementara itu GM PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Merak Hasan Lessy menjelaskan, selain pemerintah, pihaknya pun telah melakukan upaya serupa di seluruh dermaga yang ada di Pelabuhan Merak. 

Kata Hasan, upaya pencegahan penyebaran Covid-19 di area Pelabuhan Merak tidak hanya dengan menyemprot dermaga dan ruang-ruang publik menggunakan cairan disinfektan, tetapi juga dengan menyiapkan alat thermo scan untuk mendeteksi suhu tubuh pengguna jasa, dan menyiapkan bilik steril di setiap pintu masuk dan keluar pelabuhan, dan menerapkan social distancing di loket pejalan kaki.

“Seluruh dermaga sudah kita semprot, bahkan sampai di kapal pun sudah dilakukan penyemprotan. Kapal ASDP dan kapal pelayaran lain pun demikian,” ujar Hasan.

Terkait lalu lintas penyeberangan di jalur Pelabuhan Merak-Pelabuhan Bakauheni, menurutnya, selama Maret terjadi peningkatan penumpang yang menggunakan sepeda motor. Peningkatan mencapai 12 persen.

Hasan mengaku tidak bisa memastikan apakah peningkatan itu terjadi seiring dengan adanya keputusan lockdown di sejumlah daerah atau persoalan lain.

“Kita kan tidak bisa melarang seseorang untuk menyeberang, dan karena apa mereka menyebarang juga kita tidak tahu,” ujarnya.

Menurut Hasan, sejauh ini, belum ada arahan dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk menutup operasional Pelabuhan Merak. Selama belum ada arahan dari Kemenhub, aktivitas akan berjalan seperti biasa. (bam/air/ags)