Penyemprotan Disinfektan Hingga ke Desa

Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah (kanan) memimpin rapat Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Pendopo Bupati Serang, Selasa (24/3).

Cegah Penyebaran Covid-19

SERANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang segera melakukan penyemprotan cairan disinfektan hingga ke desa-desa untuk mencegah penyebaran coronavirus disease (Covid) 19. Penyemprotan akan melibatkan personel TNI-Polri.

Hal itu terungkap pada rapat gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 di Pendopo Bupati Serang, Selasa (24/3). Rapat dipimpin Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah. Hadir Wakil Bupati Serang Pandji Tirtayasa, Kapolres Serang AKBP Mariyono, Kapolres Serang Kota AKBP Edhi Cahyono, Kabag Ops Polres Cilegon Kompol Kamarul Wahyudi, Dandim 0602/Serang Kolonel Inf Mudjiharto, Dandim 0623/Cilegon Letkol Arm Rico Ricardo Sirait, Ketua Gugus Tugas Nana Sukmana Kusuma, dan sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Serang.

Tatu mengatakan, pihaknya menyediakan anggaran untuk penanggulangan Covid-19 di  wilayah Kabupaten Serang. Tatu juga mengaku sudah menginstruksikan seluruh OPD menyisir sejumlah anggaran yang dinilai kurang penting. Anggaran digeser dalam rangka mendukung program Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19. “Kita segera melakukan penyemprotan disinfektan sampai ke desa,” ungkap Ketua Palang Merah (PMI) Banten itu.

Teknisnya, dijelaskan Tatu, pihaknya mengirim alat penyemprot dan cairan disinfektan ke setiap kecamatan. Masing-masing kecamatan akan mendapatkan tiga alat. “Nanti disimpan dan digunakan oleh pemerintah kecamatan, polsek, dan koramil,” jelasnya.

Selain untuk kegiatan penyemprotan, kata Tatu, anggaran juga disediakan untuk menambah persediaan masker dan alat pelindung diri (APD) untuk tenaga kesehatan, baik di puskesmas maupun rumah sakit. “Jika dibutuhkan, kami juga akan menyediakan alat rapid test (tes massal),” tegasnya

Selain melakukan penyemprotan, lanjut Tatu, pihaknya juga akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) dan menghindari keramaian. “Kami harus bergerak bersama. Pertama memastikan masyarakat melakukan social distancing (menjaga jarak fisik antar manusia) dan mencegah kerumunan massa di pusat keramaian,” ujar ibu tiga anak itu.

Sementara Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Serang, Agus Sukmayadi mencatat, per Selasa (24/3) hingga pukul 14.00 WIB sudah ada 168 orang dalam pemantauan (ODP) dan satu pasien dalam pengawasan (PDP) di Kabupaten Serang. “Sampai saat ini belum ada yang terkonfirmasi positif corona,” tegasnya.(jek/zai/ags)