Penyerangan Terhadap Pelajar asal Bogor oleh Kelompok All Base 55 Terorganisasi

SERANG – Penyerangan oleh kelompok All Base 55 (kemarin tertulis All Best 55) terhadap puluhan pelajar SMK YKTB 3 Kota Bogor dilakukan secara terorganisasi. Dalam penyerangan, anggota All Base 55 berbagi tugas dan peran masing-masing. “Pelaku penyerangan ini memiliki peran yang berbeda-beda, ada yang menjadi pemantau (mengikuti korban-red), ada juga yang berperan menjadi joki (pembawa motor-red), mengamankan lokasi atau arena penyerangan dan eksekutor,” kata Kapolres Serang Kota Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Komarudin, Senin (26/3).

Penyerangan tersebut di bawah komando SM. Alumni SMK di Kota Serang itu disebut sebagai panglima tempur All Base 55. Delapan tersangka berinisial AG, AR alias Jalu, RH alias Toyam, BD, RH, SM, FR, dan ZR melakukan penyerangan sesuai arahan SM.

“SM aktif mengarahkan pengeroyokan mulai dari percakapan di grup pada pukul 14.00 WIB hingga pukul 21.00 WIB setelah korban meninggal dunia. Dia memerintahkan tim Barat dan tim Timur siap-siap sampai melakukan pengeroyokan,” ungkap Komarudin didampingi Kasatreskrim Polres Serang Kota Ajun Komisaris Polisi (AKP) Richardo Hutasoit.

Komarudin mengaku, masih memburu 16 anggota All Base 55 yang diduga kuat terlibat penyerangan tersebut. “Sekolah yang bersangkutan dan langsung meminta kepada orangtuanya untuk segera menyerahkan mereka kepada kami. Jika dalam dua hari tidak juga diserahkan, kita akan jadikan DPO dan akan kita tindak tegas,” tegas Komarudin.

Sementara itu, SM mengaku saat peristiwa itu tidak berada di lokasi. Dia sedang bekerja di sebuah toko di Jakarta. “Saya dapat kabar ada anak Bogor masuk ke Serang. Saya lagi kerja. Cuma perintah saja suruh acak-acak. Saya dapat info doang,” kata SM.

Lulusan SMK tahun 2014 itu mengaku tidak merasa sebagai panglima tempur All Base 55. “Saya enggak merasa (jadi-red) ‘panglima’. Anak-anak saja yang memanggil saya panglima,” kata SM.

Dia mengaku sebelum menyerang pelajar asal Bogor itu, siswa dari Kota Serang juga pernah menjadi korban pengeroyokan di Bogor. “Soalnya pernah ke Bogor pernah digituin juga. Sudah dua kali mereka ke Serang,” kata SM.

SM pernah diamankan oleh Polsek Serang karena kasus tawuran saat menjadi siswa. Mengenai latar belakang grup All Base 55, SM mengaku baru dibuat dua bulan. Sebagai admin grup tersangka Jalu. “Saya cuma dimasukin di grup,” jelasnya.

Sembilan tersangka dijerat Pasal 170 ayat (3) atau 351 jo 55 KUH Pidana dengan ancaman pidana 12 tahun penjara. “Nanti kita lihat petunjuk jaksa seperti apa (penggunaan UU Perlindungan Anak-red),” kata Komarudin.

Puluhan pelajar asal Bogor diserang saat menunggu bus oleh sekelompok pemuda di Terminal Pakupatan, Sabtu (17/3) malam. Akibat penyerangan itu, Rizkiadi Kusuma (16) tewas lantaran luka sabetan senjata tajam (sajam). Sebelumnya, puluhan pelajar tersebut berniat pulang ke rumahnya masing-masing usai berlibur di Pantai Anyar sejak Jumat (16/3). Lantaran kehabisan ongkos pulang, rombongan pelajar ini menumpang truk dari Cilegon menuju Serang. (Merwanda/RBG)