SERANG – Penyerapan dana desa periode kedua tahun anggaran 2019 di Kabupaten Serang  masih rendah. Dari 326 desa baru sembilan desa yang menyerap anggaran tersebut.

Pemerintah desa mendapatkan tiga sumber anggaran dari pemerintah. Yakni, dana desa (DD) dari pemerintah pusat, serta anggaran dana desa (ADD) dan bagi hasil pajak dan retribusi daerah (BHPRD) dari pemerintah daerah.

Tahun ini, besaran anggaran untuk 326 desa di Kabupaten Serang sebesar Rp422,3 miliar. Terdiri atas DD Rp260,6 miliar, ADD Rp121 miliar, dan BHPRD Rp40,7 miliar. Penyaluran anggaran dibagi empat tahap dalam satu tahun. Masing-masing tahap penyaluran terbagi atas tiga bulan.

Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Serang Rudi Suhartanto mengatakan, tahap kedua ini dana desa yang disalurkan sebesar Rp171 miliar. Namun, hingga kemarin baru Rp1,8 miliar yang terserap. “Kalau di periode kedua ini baru sembilan desa,” katanya kepada Radar Banten ditemui di ruang kerjanya, Senin (13/5).

Sementara pada periode pertama, lanjut Rudi, penyaluran dana desa sudah 46 persen. Desa yang sudah menyerap anggaran sebanyak 151 desa dengan nilai Rp35,4 miliar. “Periode satu itu yang harus diserap ada Rp82 miliar,” ujarnya. (Abdul Rozak)