Penyidikan Genset Jilid II Dimulai, Saksi Mulai Dipanggil

0
66

SERANG – Penyidikan korupsi pengadaan genset RSU Banten senilai Rp2,2 miliar tahun 2015 mulai bergulir. Surat panggilan telah disiapkan penyidik pidana khusus (pidsus) Kejati Banten untuk memanggil sejumlah saksi.

“Dalam minggu ini atau minggu depan saksi sudah mulai dipanggil lagi,” ujar Kasi Penkum dan Humas Kejati Banten Holil Hadi dikonfirmasi Radar Banten, Senin (7/10).

Surat panggilan itu adalah tanda dimulainya penyidikan baru perkara korupsi genset tersebut. Sebelumnya, perkara korupsi itu telah menyeret  mantan kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Provinsi Banten Sigit Wardojo, staf RSU Banten M Adit Hirda Restian, dan Direktur CV Megah Teknik Endi Suhendi. Ketiganya telah divonis dan dinyatakan bersalah oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Serang, Jumat (3/5) lalu.

Pada uraian vonis ketiga terdakwa, majelis hakim yang diketuai Epiyanto itu menyebutkan beberapa nama yang dianggap turut serta dalam kejahatan tersebut. Yakni, Wakil Direktur Umum dan Keuangan RSU Banten Akhrul Aprianto, koordinator pejabat pelaksana teknis kegiatan (PPTK) Sri Mulyati, dan PPTK Hartati Andarsih. Usai mempelajari vonis perkara itu, penyidik memutuskan untuk melanjutkan penyidikan perkara korupsi genset. “Saya pikir tidak ada yang berubah dari saksi kemarin (penyidikan pertama-red),” kata Holil.

Sigit, Adit, dan Endi telah dijebloskan ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II A Serang. Ketiga terdakwa terbukti bersalah melanggar Pasal 3 jo Pasal 18 UU No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor jo Pasal 55 ayat (1) ke- 1 KUH Pidana. “Mengenai barang bukti masih ada di kami. Barang bukti itu tidak diserahkan ke pengadilan,” tutur Holil. (mg05/nda/ags)