Penyidikan Tambang Ilegal Rampung

SERANG – Berkas perkara dua tersangka penambangan ilegal di Puloampel, Kabupaten Serang, telah rampung disusun. Perkara tersebut rencananya dilimpahkan oleh penyidik Subdit IV Tipiter Ditreskrimsus Polda Banten ke Kejati Banten pekan depan.

Berkas perkara tersangka itu atas nama BS dan AN. BS adalah pemilik alat berat yang melakukan penambangan di lahan CV Arif Jaya Utama (AJU). Penambangan batu tanpa izin itu berada di Desa Argawana, Kecamatan Puloampel, Kabupaten Serang.

Sementara AN adalah penanggungjawab PT Bumi Suara Abadi (BSA). AN diduga melakukan penambangan andesit di area PT Koperasi Pegawai Maritim (Kopegmar) tanpa izin resmi dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten.

“Sudah rampung. Kita tinggal tahap dua (penyerahan barang bukti dan tersangka-red) kepada penuntut umum, kemungkinan awal Januari 2020 dilimpahkan (kepada Kejati Banten-red),” kata Kasubdit IV Tipiter Ditreskrimsus Polda Banten Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Joko Winarto, Jumat (27/12).

AN dan BS ditetapkan tersangka pada 14 Oktober 2019. AN dan BS disangka melanggar Pasal 158 UU Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara (Minerba). Keduanya terancama pidana 10 tahun penjara dan denda Rp10 miliar. “Keduanya diduga melakukan aktivitas pertambangan tanpa izin,” kata Joko.

Aktivitas penambangan ilegal tersebut terbongkar saat inspeksi mendadak (sidak) tim gabungan Polda Banten, Rabu (31/7) lalu. PT BSA kedapatan melakukan penambangan andesit di area PT Kopegmar. Sedangkan BS kedapatan melakukan pertambangan di area CV AJU. PT BSA diketahui telah lama melakukan aktivitas pertambangan.  “Yang pasti sudah lumayan lama. PT BSA ini tidak ada IUP Operasi Produksi (pelanggaran-red) ya,” kata Kabag Wasidik Ditreskrimsus Polda Banten AKBP Dadang Herli Saputra.

Namun, Dadang mengaku tidak mengetahui hubungan PT BSA dan PT Kopegmar terkait penambangan andesit tersebut. “Saya tidak tahu. Yang kami temukan PT BSA melakukan penambangan di area PT Kopegmar tanpa memiliki IUP (izin usaha pertambangan-red) Operasi Produksi,” kata Dadang.

Salain lokasi PT BSA dan CV AJU, sidak itu juga dilakukan di delapan lokasi penambangan lain. Yakni, PT Pasir Angin Jaya Mandiri (PAJM), PT Gunung Sakti Abadi (GSA). Lalu, PT Trinatha Utama Mineral (TUM), PT Baet Mall Abadi (BMA), PT Bukit Sunur Wijaya (BSW), PT Icha Brothers Quarryndo (IBQ), PT Penta Stone Abadi (PSA), dan PT Ria Karya Utama (RKU). Namun, polisi hanya menemukan PT BSA dan BS yang bermasalah. (mg05/nda/ags)