Danlantamal III Jakarta Brigjen TNI (Mar) RM Trusono dan Danlanal Banten Kolonel Laut (P) Dadang Somantri saat memberikan keterang pers

MERAK – Komandan Pangkalan Utama Angkatan Laut (Danlantamal) III Jakarta Brigjen TNI (Mar) RM Trusono mengatakan, sebagai wilayah laut strategis, pengamanan kawasan perairan Banten perlu mendapatkan perhatian serius. Menurutnya, TNI Angkatan Laut harus mampu melakukan deteksi dini terkait dengan asal usul kapal asing maupun muatan sebelum melintas di perairan Banten demi penegakan hukum laut. Hal ini patut dilakukan karena banyaknya industri dan investor asing di Banten yang memicu meningkatnya lalu lintas kapal asing di perairan laut Banten .

“Kita bisa deteksi (rencana kedatangan kapal asing) dengan cara berkoordinasi dan bersinergi dengan instansi lain. Dari situ kita juga bisa mengetahui bila kapal asing tersebut membuang limbah berbahaya ke laut,” ujarnya usai melantik Kolonel Laut (P) Dadang Somantri sebagai Danlanal Banten baru di kawasan Pelabuhan PT Indah Kiat, Merak, Kota Cilegon, Selasa (19/1/2016).

Danlantamal juga berpesan agar Danlanal yang baru harus berpihak kepada nelayan dalam melakukan patroli keamanan laut. “Karena, masyarakat nelayan itu adalah masyarakat kita dan merupakan potensi maritim, yaitu pertahanan keamanan di laut. Jadi kita juga perlu merangkul nelayan melalui pembinaan-pembinaan,” sambungnya.

Sementara itu, Danlanal Banten Kolonel Laut (P) Dadang Somantri tidak menampik tingginya tantangan yang harus ia hadapi dalam menjaga stabilitas keamanan di perairan Banten. “Ini memang alur laut kepulauan, maka seyogyanya kita juga nanti akan bekerjasama dengan agen pelayaran, Pelindo dan lainnya untuk deteksi dini kapal asing. Jadi kedatangan kapal itu kita bisa tahu, kapan sampainya, termasuk apa muatannya. Jadi kalau ada kapal asing dan tidak terdata, kita bisa langsung mencurigai,” katanya. (Devi Krisna)