Perampok Toko Emas di Balaraja Warga Negara Malaysia

Direktur Reskrimum Polda Banten Kombes Pol Novri Turangga (kiri) dan Kabid Humas Kombes Pol Edy Sumardi saat menujukkan gambar pelaku perampokan Toko Emas Permata Balaraja di Mapolda Banten, Rabu (10/7).

SERANG – Petugas gabungan dari Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Banten dan Satreskrim Polres Kota Tangerang berhasil mengungkap kasus perampokan Toko Emas Permata, Sabtu (15/6). Kedua pelaku Muhammad Nazri Fadzil (26) dan Muhammad Nur Iskandar (24). Keduanya merupakan warga negara (WN) Malaysia. Hasil pemeriksaan terhadap keduanya, emas hasil rampokan dibuang ke tong sampah di Kuala Lumpur karena tidak laku dijual.

“Kasus perampokan toko emas di Balaraja sudah terungkap. Tiga hari yang lalu anggota kita kembali dari Malaysia. Pelaku kejahatan tersebut adalah dua orang warga negara Malaysia,” ujar Kapolda Banten Inspektur Jenderal Polisi (Irjen Pol) Tomsi Tohir saat sambutan puncak HUT ke-73 Bhayangkara di Mapolda Banten, Rabu (10/7).

“Kedua pelaku sudah terungkap. Keduanya merupakan warga negara Malaysia. Untuk lebih jelasnya nanti disampaikan oleh Kapolresta Tangerang besok (rilis-red),” kata Kabid Humas Polda Banten Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Edy Sumardi Priadinita di Mapolda Banten, Rabu (10/7).

Informasi yang dihimpun Radar Banten, sebelum kedua tersangka merampok Toko Emas Permata di Jalan Raya Serang KM 23,5 Kampung Cariu, Desa Talagasari, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang, keduanya terlibat perampokan di SPBU 34.15606 KM 43, Kampung Gelebeg, Desa Sukamulya, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang. Aksi perampokan keduanya terjadi pada Jumat (14/6) sekira pukul 17.55 WIB.

Kedua pelaku mendatangi SPBU tersebut dengan mengendarai minibus jenis Toyota Avanza warna putih nopol B 2069 UFC. Pelaku langsung keluar dan menodongkan benda mirip senjata api kepada pegawai SPBU Suci Rohati. Takut ditembak, korban hanya bisa terdiam saat pelaku merampas tas pinggang berisi uang Rp4,6 juta hasil penjualan bahan bakar minyak.

Usai menjalankan aksinya tersebut, pelaku kabur ke arah Tol Tangerang Merak. Sehari kemudian, pelaku menyatroni Toko Emas Permata. Aksi perampokan yang terjadi sekira pukul 09.19 WIB tersebut berlangsung cepat. Kedua pelaku langsung turun dari mobil dan langsung merangsek ke dalam toko emas. Pelaku menodongkan senjata mirip senjata api dan membawa samurai.

Warga dan pegawai yang takut langsung menghindari keduanya. Emas sekira enam kilogram berhasil dibawa pelaku dari dalam etalase.

Saat keduanya kabur, kaca belakang minibus pecah akibat dilempari batu oleh warga. Keduanya lalu mendatangi bengkel untuk mengganti kaca belakang di daerah Cimone, Kota Tangerang.

Di hari yang sama atau sekira pukul 18.00 WIB, kedua pelaku kembali lagi ke Malaysia melalui Bandara Soekarno-Hatta. Petugas yang telah mengetahui nopol kendaraan yang digunakan pelaku lalu melacaknya. Kendaraan tersebut diketahui milik Rental Kendaraan Andrew Rentcar di Jakarta Utara.

Kedua pelaku menyewa kendaraan tersebut dengan menggunakan identitas paspor. Petugas melalui Direktur Reskrimum Polda Banten Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Novri Turangga berkoordinasi dengan polisi Diraja Malaysia.

Selasa (2/7), kedua pelaku berhasil ditangkap Kepolisian Maran Pahang Malaysia. Keduanya diamankan beserta barang bukti senjata api palsu. “Keduanya terlibat perampokan di dua SPBU di Malaysia. Untuk lengkapnya nanti besok disampaikan (rilis-red),” kata Kapolda.

Setelah mendapat izin dari Kepolisian Maran Pahang Malaysia, petugas yang dipimpin oleh Kasatreskrim Polresta Tangerang Ajun Komisaris Polisi (AKP) Gogo Galesung memeriksa kedua pelaku, Kamis (4/7). Hasil pemeriksaan, keduanya telah mengaku sebagai pelaku perampokan SPBU dan toko emas di Balaraja. Emas hasil pencurian di Toko Permata dibawa ke Malaysia. Namun, saat hendak dijual emas tersebut ternyata tidak laku. Kedua lalu membuang emas tersebut di tong sampah di Kuala Lumpur.      “Dia (kedua pelaku-red) juga pelaku (kejahatan-red). Dia proses hukum dengan kasus yang berbeda. Itu nanti terkait lobi diplomatik (memproses hukum kedua pelaku di Indonesia-red),” tutur Direktur Reskrimum Polda Banten Kombes Pol Novri Turangga. (Fahmi Sa’i/RBG)