Peran Pemuda Terhadap Pembangunan Kota Serang Dinilai Masih Kurang

Nuraeni

SERANG – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Banten Nuraeni menilai peran pemuda terhadap pembangunan Kota Serang masih kurang. Hal ini terlihat dari banyaknya pemuda yang belum mampu mengarah pada pemanfaatan alam dan potensi yang ada. Misalnya, masih rendahnya tingkat produktivitas dan kreativitas pemuda di Kota Serang.

“Pemuda di Bandung misalnya, bisa kreatif dari segi seni dan budaya. Mereka itu benar-benar diberdayakan dan dikemas oleh pemerintah sedemikian rupa,” kata dia saat ditemui di salah satu rumah makan di Kota Serang, Rabu (22/11).

Dikatakannya, potensi unggulan di Banten cukup besar. Mulai dari sektor pertanian saja sudah terlihat, bagaimana Banten memiliki persawahan yang luas.

“Kota Serang juga punya potensi produk seperti emping melinjo, wisata religi, produk unggulan lain, perikanan, kan banyak. Tapi dari potensi yang ada, pemuda saat ini masih enggan memaksimalkannya,” tuturnya.

Politisi Partai Demokrat ini sedang gencar-gencarnya menyosialisasikan Perda Pembangunan Pemuda. Kata dia, perda ini dibuat agar pemuda di Banten, khususnya Kota Serang dapat diberdayakan dan diikutsertakan dalam mengawal pembangunan daerahnya sendiri.

Sebagai etalase Provinsi Banten, menurut Nuraeni, Kota Serang memiliki daya saing yang berkompeten dan menjadi tantangan tersendiri untuk pemuda agar mampu meningkatkan kreativitas dan produktivitas.

“Pemuda itu bagian dari masyarakat yang memang eksistensi dan perannya sangat strategis. Sebagai agen perubahan, pemuda memiliki idealisme yang tinggi sebagai penggerak, pengawal penggagas, inovator, dan sebagai konseptor,” jelas Nuraeni.

Terpisah, Kepala Bidang Kepemudaan pada Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kota Serang Bakreni membantah penilaian Nuraeni. Menurutnya, peran pemuda di Kota Serang dikatakan belum maksimal jangan hanya dilihat dari satu sudut pandang saja. Pada dasarnya dari segi pembelajaran para pemuda sudah cukup baik.

“Peran pemuda rendah itu dari sisi mana? Karena pemuda ini menurut Undang-Undang Kepemudaan itu di usia 16 – 40 tahun, sementara usia 16 – 21 tahun itu kan masih dalam produktivitas belajar. Sehingga kalau dilihat dari sisi usaha memang lemah tapi kalau dilihat dari sisi pembelajaran cukup baik,” ucapnya ditemui di Stadion Maulana Yusuf Ciceri, Kota Serang, Rabu (22/11).

“Keunggulan pemuda di Kota Serang bisa dilihat dari banyaknya pelajar yang mewakili Kota Serang tingkat nasional. Seperti, pertukaran pemuda antar negara, yang sekarang berangkat ke Australia, Kanada, dan juga Jepang. Jadi kepemudaan di Kota Serang cukup baik,” tegasnya. (Anton Sutompul/antonsutompul1504@gmail.com)