KAZAN –  Steve Mandanda satu-satunya yang pernah merasakan ketajaman Lionel Messi saat dalam balutan jersey nomor 10 Argentina. Maklum, kali terakhir Perancis head to head melawan La Albiceleste -julukan Argentina- sudah terjadi sembilan tahun silam. Mandanda saat itu apes, dia kebobolan satu gol dan Argentina membekuk Prancis 0-2 di Stade Velodrome, Marseille.

Nah, Mandanda yang kali ini di bench dibantu generasi baru Les Bleus -julukan Perancis- menuntaskan dendamnya ke Messi. Tepatnya saat Perancis menghadapi Argentina dalam laga 16 Besar Piala Dunia 2018 di Kazan Arena, Kazan, malam nanti WIB (Siaran Langsung Trans TV pukul 21.00 WIB).

Meski baru kali ini bersua dengan Messi di timnas Argentina, Messi tetap menjadi lawan yang familiar. Raphael Varane salah satunya. ”Saya paham tentangnya (Messi). Saya juga sudah banyak membahas ini sebelumnya, terutama ke pemain yang ada di dekat saya. Kami pasti bisa (meredam Messi),” kata center back Prancis itu, dikutip TV 5 Monde.

Varane akrab dengan mengawali La Pulga -julukan Messi- karena dirinya bermain untuk Real Madrid, rival abadi Barcelona -klub Messi- di La Liga dan Eropa. Sejak dia jadi salah satu kekuatan Real musim panas 2011 sudah 13 kali Varane head to head dengan Messi, sembilan di antaranya dia jadi starter dan main full time.

Meski, dia hanya sekali mampu membuat gawang El Real clean sheet, aman dari gol-gol  Messi dan penggawa Barca lainnya. Itu terjadi di dalam leg 2 Supercopa de Espana 2017-2018. ”Dia (Messi) kunci dari beberapa momen kunci, seperti set pieces. Lainnya (penggawa Perancis) bisa mengandalkan saya,” selorohnya.

Semusim kemarin, empat kali dia main di laga lawan Barca, dan melawan Messi, Varane  dua kali menang di Supercopa de Espana. Dua laga di La Liga, Messi dkk lebih jumawa, sukses sekali menang dan sekali imbang. Messi mencatatkan empat kontribusi -tiga gol dan satu assist. ”Setiap hari saya melihatnya, dia susah dijaga. Tapi, di Argentina dia takkan sama seperti ketika di Barca,” kata Samuel Umtiti, partner Varane di jantung pertahanan Prancis, dikutip L’Equipe.

Messi bukan satu-satunya pemain yang paling familiar di depan semua skuat Perancis. Di Premier League, Sergio Aguero atau Nicolas Otamendi pun sering terlibat duel melawan Pogba di laga sekelas derby Manchester. Pogba di Manchester United lalu Aguero dan Otamendi yang jadi kekuatan Manchester City, rival sekota United.

Pogba sebelum menjebol gawang Argentina harus melewati Marcos Rojo, rekan setim di United. ”Saya senang bertemu Paul (Pogba). Bagaimana saya memancingnya? Saya akan minta dia merebut bola dari saya, hahaha,” canda Rojo, dikutip Ole. Sayangnya, kans Aguero menjadi starter di laga malam nanti WIB tidak besar.

Hanya, andai dimainkan maka ini akan jadi pertaruhan untuk Hugo Lloris, kiper Perancis. Lloris kiper nomor satu Tottenham Hotspur. Di Premier League Lloris tak pernah mampu clean sheet saat bertemu City bersama Aguero sejak kali terakhir pada 2016-2017. Walaupun, Aguero terakhir menjebol gawang Lloris pada 2014-2015.

Lloris menganggap, ancaman Aguero lebih dari gol-golnya. Kun -sapaan akrab Aguero- pun berbahaya dari setiap blocking-nya di kotak penalti. ”Jangan biarkan dia (Aguero) masuk di depan area penalti dengan bola, bahkan dari bola-bola apapun dia mampu memanfaatkan untuk menjadi gol,” warning kapten timnas Perancis itu. (jpg/alt/ags)