Ilustrasi

SERANG – Jatah enam kursi DPR di daerah pemilihan Banten II (Serang-Cilegon) akan diperebutkan 76 orang. Nama-nama tersebut telah ditetapkan KPU RI sebagai daftar caleg sementara (DCS).

Berdasarkan rekapitulasi DCS tersebut, tidak semua calon berdomisi di Serang-Cilegon. Semua tersebar, yakni 34 calon berdomisili di Serang-Cilegon, 12 orang berdomisili di Tangerang Raya, dan 42 berasal dari luar Provinsi Banten.

Persaingan di pusat ibukota Banten ini bakal sengit. Sebab, dari enam petahana, ada lima orang yang kembali maju. Kelimanya, Desmond J Mahesa (Gerindra), Yandri Susanto (PAN), Ichsan Soelistyo (PDI-P), Kartika Yudhisti (PPP), dan Ei Nurul Khotimah (PAW Zoelkiflimasyah/PKS). Lalu, satu nama petahana dari Dapil III Banten Jazuli Djuwaeni (PKS).

Nama-nama tokoh lokal yang maju di dapil ini juga cukup populer. Sebut saja, Walikota Serang Tb Haerul Jaman (Golkar), Wakil Ketua DPRD Banten Nuraeni (Demokrat), Muflihah (PPP), Ketua DPRD Kota Cilegon Fakih Usman, Anggota DPRD Kota Serang Wahyu Papat Junior, dan anggota DPRD Banten Suryadi Hendarman (PKB).

Nama populer lainnya, mantan sekda Banten Ranta Suharta (NasDem), mantan birokrat Pemprov Banten Yemelia (PKS), mantan ketua DPRD Banten 2009-2014 Aeng Haerudin (Demokrat), Ketua PPP Banten Agus Setiawan, mantan calon walikota Serang Wahyudin Jahidi (NasDem), dan tokoh masyarakat Kota Serang Ayip Najib (Demokrat).

Lalu, politikus senior Demokrat Syamsudin, anak Bupati Pandeglang Risya Azzahara Rahimah Natakusumah (NasDem), dan mantan BNN Banten Brigjenpol (Purn) Heru Februanto.

Berkaca pada Pileg 2014, tidak selalu nama petahana aman. Pileg sebelumnya, caleg petahana Ahmad Rifai Suftiyadi (Demokrat) menjadi salah satu nama yang tergusur. Termasuk mantan anggota DPR RI Mamat Rahayu Abdullah yang kini kembali maju melalui NasDem. Apalagi, pileg kali ini berbarengan dengan pilpres yang akan memecah kosentrasi kampanye.

Pengamat politik Zulfian Hanief mengatakan, dari hitungan kursi Pileg 2014, kemungkinan Pileg 2019 suara Gerindra dan PAN akan melenggang. Gerindra pada 2014 mendapat total suara sebesar 169.466 ribu (peringkat satu) dengan sumbangan suara Desmond sebesar 61.275 ribu, dan PAN memperoleh total suara sebesar 130.641 ribu (peringkat dua) dengan sumbangan suara Yandri sebesar 77,964 ribu. Termasuk suara Golkar sebagai pemenang kedua. “Kursi lainnya bakal diperebutkan secara sengit,” katanya kepada Radar Banten, Rabu (15/8).

Ia mengatakan, munculnya caleg potensial dan tebar bintang yang mengkhawatirkan kursi petahana dari PPP dan PKS. “Demokrat tidak diam melihat kondisi ini, mereka kirimkan langsung Amir Syamsudin untuk merebut dapil 2, sementara ada Nuraeni yang cukup kuat secara basis,” kata Direktur Paradigma itu.

Di sisi lain, lanjutnya, PKB, PKS, NasDem juga tidak ingin tinggal diam. Terlebih, tiket Pileg 2019 menentukan Pemilu 2024. “Selain para caleg disibukkan dengan perebutan kursi, mereka juga pasti diperintah untuk memenangkan pilpres di dapil masing-masing,” kata Zulfian.

Kata dia, ada rumus sederhana jika para caleg ingin menang di dapilnya. Yakni, diikenal, disukai, dan dipilih. “Waktu yang cukup singkat tentu tidak mudah bagi para caleg untuk merealisasikan tiga poin tadi. Perlu tim khusus dan terbaik sampai tingkat TPS dan mampu merebut wing voters,” katanya.

“Di dapil Banten 2, banyak pemilih yang belum menentukan pilihan, ditambah banyaknya persentase pemilih milenal. Ini bukan hal yang mudah bagi caleg new comers,” tambah Zulfian.

Dihubungi terpisah, politikus PKB Wahyu Papat JR mengatakan, persaingan di Dapil Banten II sangat ketat. “Persaingannya ketat di semua partai dan hampir semua partai mempunyai jagoan masing-masing,” ujarnya.

Kata dia, persaingan di internal partai juga ketat. Karenanya, untuk dapat memperoleh suara dari masyarakat, politikus PKB itu akan turun ke masyarakat langsung dan memastikan tim agar solid semua. “Kita sudah siap lahir batin,” kata Ketua Komisi II DPRD Kota Serang itu.

Sebelumnya, Ketua DPD Gerindra Banten Desmond J Mahesa mengatakan, sudah siap menatap Pileg 2019. Terlebih, partainya sudah pasti mengusung Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto sebagai capres yang berpasangan dengan Sandia Salahudin Uno. “Semua komponen partai harus siap untuk memenangkan pemilu 2019,” ujar petahana itu. (ken/ira)