Perbasasi Pantau Perkembangan Latihan Mandiri

SERANG – Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Baseball dan Softball Seluruh Indonesia (Perbasasi) Banten terus memantau latihan atlet binaannya di tengah mewabahnya virus corona atau Covid-19. Selama ini, atlet baseball dan softball Banten menjalani latihan secara mandiri.

Wakil Ketua Umum Pengprov Perbasasi Banten, Lisa Setiadarma menilai latihan mandiri cukup efektif untuk  menjaga kebugaran dan kemampuan atlet selama anjuran tetap berada di rumah. Apalagi wabah Covid-19 belum bisa diketahui kapan akan berakhir.

“Teknologi sudah memadai, latihan atlet bisa langsung kita pantau menggunakan aplikasi. Tim pelatih juga sudah ditugaskan untuk memberikan program latihan dan mengawasi langsung agar program latihan berjalan baik,” kata Lisa, Selasa (12/5).

Latihan mandiri, sambung Lisa, juga cukup perlu untuk mengisi waktu persiapan menyambut PON XX yang kian panjang. PON yang bakal berlangsung di Papua tersebut ditunda hingga Oktober 2021.

“Terkait penundaan PON, kita ikut mendukung. Kami yakin ini semua demi kebaikan bersama. Dengan waktu yang semakin panjang ini, kita isi selama pandemi dengan berlatih mandiri,” jelas Lisa.

Sementara itu, Deputi Bidang Softball Pengprov Perbasasi Banten, Andri Maulana mengatakan, wabah Covid-19 membuat program kerja organisasi berubah. Seharusnya, atlet tengah pematangan melalui uji tanding. Pelatda PON softtball berjalan mandiri dengan diikuti 21 atlet.

“Saat ini atlet kita wajibkan untuk menjalani latihan lima kali dalam seminggu. Kita juga persiapan pelatih fisik guna memantau perkembangan atlet,” kata Andri.

Dengan berlatih mandiri, Andri berharap kemampuan atlet bisa meningkat. Atau paling tidak mempertahankan hasil latihan fisik pada Februari dan Maret lalu. “Latihan atlet akan kita pantau terus. Karena ini juga bagian seleksi untuk menetapkan tim inti softball Banten,” pungkas Andri. (rbs/ibm)