Peredaran Sabu Online di Tangerang Dibongkar

0
86
ilustrasi (foto: istimewa)

TANGERANG – Peredaran sabu-sabu via online dibongkar petugas Polres Bandara Soekarno-Hatta (Soetta). Tiga orang yang terlibat peredaran tersebut diamankan polisi di wilayah Pontianak Selatan, Kalimantan Barat, Kamis (25/7) lalu. Ketiga pelaku berinisial MRR, AB, dan DTA. Narkotika itu dijajakan melalui akun media sosial (medsos) Instagram bernama Dr. Bankbong.

MMR bertugas sebagai admin akun medsos. Sedangkan AB dan DTA adalah pelanggan. “Admin akun tersebut meng-upload berbagai gambar dan promo dengan kata-kata yang meyakinkan. Ia juga menyertakan gambar sabu-sabu untuk meyakinkan bahwa akun tersebut tidak menipu,” beber Kapolres Bandara Soetta Kombes Pol Victor Togi Tambunan saat jumpa pers di aula Polres Bandara Soetta, Kamis (8/8).

MMR mengarahkan agar pembeli memesan lebih dahulu dengan mengirimkan pesan ke direct message (DM) akun Instagram tersebut. Setelah disepakati, pesanan akan disiapkan. “Pelaku sudah menjual sabu-sabu sebanyak 26 kali kepada orang yang sama karena memang followers (pengikut-red) akun Instagram tersebut merupakan komunitas pemakai dan penjual sabu,” jelasnya.

Setelah pembayaran, sabu-sabu itu diselipkan pada kerah pakaian atau kemasan kaleng rokok dan dikirim menggunakan jasa ekspedisi. “Pelaku menggunakan jasa pengiriman barang seperti TIKI, JNE, JNT, dan sebagainya, untuk semakin mengelabui petugas, pelaku juga menggunakan lakban bertuliskan ‘Bukalapak’,” tutur pria berkacamata itu.

Victor mengungkapkan, pelaku sebelumnya juga pernah menjual sabu-sabu melalui medsos dan ditipu pembeli pada 2018 lalu. “Nah, di 2019 ini mereka jual lagi lewat akun Instagram dengan bahasa-bahasa pengguna narkoba,” katanya.

Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Bandara Soetta Kompol Arief Pasetyo mengungkapkan, berdasarkan pengungkapan kasus tersebut petugas berhasil mengamankan total barang bukti sabu-sabu sebanyak 7,55 gram. Jumlah tersebut terdiri dari satu plastik klip berisi sabu-sabu seberat 3,56 gram, satu plastik klip sabu-sabu seberat 1,93 gram yang disembunyikan di dalam sobekan kupluk, satu plastik klip sabu-sabu seberat 1,60 gram di kerah jaket berwarna putih, dan satu plastik klip sabu-sabu seberat 0,46 gram di sobekan pinggang celana jeans.

“Para tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) sub 112 ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (1) UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup. Kasus ini masih kita akan kembangkan kembali,” tegasnya.

Sementara MRR mengaku, pembeli dari akun miliknya tersebut dari kalangan umum. Namun, dia tak menepis masih menjual sabu-sabu kepada orang yang dikenal atau pelanggan sebelumnya. “Orangnya berulang-ulang, mahasiswa ada, umum lah, tapi rata-rata pemesan yang sama berulang-ulang,” katanya kepada awak media. (one/nda/ira)