Peremajaan Terus Dilakukan, RT 07 Pekijing Siap Dinilai

0
803 views

TAKTAKAN – Persiapan RT 07 RW 03, Lingkungan Pekijing, Kelurahan Kalanganyar, Kecamatan Taktakan, semakin matang. Warga terus meremajakan hasil penataan lingkungannya. RT ini diharapkan tetap fresh ketika penilaian tahap dua Lomba Resik Lan Aman (LRLA) Kota Serang 2020 dilakukan, Agustus mendatang.

Suasana semarak sudah terasa sejak di gapura RT 07. Replika golok berukuran besar berdampingan dengan replika kubah masjid di dua tiang gapura, menunjukkan karakteriatik warga kampung ini. Pemberani dan agamis.

Rabu (22/7), warga RT ini kembali bergotong royong. Mereka mengecat gapura yang baru didirikan. Mengecat ulang hasil pengecatan di bagian lain perkampungan ini yang mulai luntur.

Persiapan ini, menurut Ketua RT 07 Muhamad, membuat warganya tak sabar menunggu kedatangan tim juri LRLA. Warga RT 07 sudah banyak yang menanyakan jadwal penilaian kepada pengurus RT. Pasalnya, warga menganggap, target penataan kampungnya sudah tercapai, mulai dari kebersihan, keamanan, pengecatan, dan penghijauan.

“Persiapan kita sudah matang. Siap dinilai,” tandas Muhamad kepada Radar Banten.

Kata Muhamad, persiapan kampungnya menuju penilaian lomba telah berakhir. Ini tercapai karena gotong royong warga RT 07 dilaksanakan tiga kali dalam sepekan. . Yakni, hari Rabu, Jumat, dan Minggu. “Hari ini (kemarin-red), kita cat ulang supaya warnanya tetap jernih,” ungkapnya.

Gotong royong tak hanya diikuti oleh bapak-bapak dan pemuda. Ibu-ibu warga RT ini juga ikut menyumbangkan tenaganya. Mereka membersihkan area ruang terbuka hijau (RTH).

Sampah memang terkadang masih berserakan di area RTH. Muhamad mengatakan, hal itu karena anak-anak kecil di kampungnya masih ada yang buang sampah sembarangan, meskipun warga sudah menyediakan tempat sampah.

“Pelan-pelan kita didik anak-anak supaya jangan buang sampah sembarangan. Berproseslah,” ujarnya.

Anggota Kelompok Pemuda Penggerak Lingkungan RT 07 Edi Suryadi menambahkan bahwa kegiatan warga saat ini adalah merawat hasil penataan RT-nya. Sesuai kesepakatan warga, kegiatan itu akan terus dilakukan kendati LRLA telah berakhir.

“Soalnya, kita targetkan kampung ini jadi objek wisata,” jelas Edi. (mg06/don)