SERANG – Semua elemen masyarakat di Indonesia tak terkecuali di Provinsi Banten harus siap menghadapi persaingan lintas negara tersebut, tidak terkecuali untuk kaum perempuan. Hal tersebut diungkapkan Pembina Ikatan Kartini Profesional Indonesia (Ikapri) Provinsi Banten Dewi Indiarti Rano. Menurutnya, untuk menyikapi MEA, perempuan provinsi Banten perlu mendapatkan pembekalan.

“Dari sisi pendidikan saya rasa mayoritas perempuan di Provinsi Banten telah mendapatkan pendidikan yang layak, ada yang sudah tingkatan doktor, namun tetap perlu pembinaan keterampilan agar benar-benar siap menghadapi MEA,” kata Dewi, Selasa (27/10/2015).

Sebagai pembina lembaga yang menaungi perempuan, Dewi mengaku akan menyarankan dan mengarahkan lembaganya tersebut untuk fokus terhadap program pembinaan dan pemberdayaan kaum perempuan. Program yang dimaksud bisa berupa pembekalan keterampilan maupun program lain yang bisa merangsang dan meningkatkan keterampilan yang telah dimiliki oleh para perempuan di Provinsi Banten.

“Karena Ikapri Provinsi Banten baru dikukuhkan, tentu sentuhan langsung belum ada. Tapi nanti saya akan menyarankan kepada para pengurus untuk menuyusun program-program pemberdayaan perempuan yang saya sebutkan tadi,” papar Dewi.

Terkait potensi, menurut Dewi potensi yang dimiliki kaum perempuan di Banten sangat besar, terlebih potensi tersebut didukung demgan potensi industri kreatif atau kerajinan di Provinsi Banten. “Baik dari pakaian, makanan, atau ornamen, Banten memiliki potensi besar. Misalnya batik Banten, batik Baduy, makanan olahan khas Banten dan yang lainnya. Tinggal perlu didorong saja,” papar Dewi. (Bayu)