Gubernur Banten Wahidin Halim (mengenakan kemeja putih).

SERANG – Terkendala oleh payung hukum, program berobat gratis bagi warga miskin yang dicanangkan Gubernur Banten Wahidin Halim dan Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy hingga kini belum berjalan.

Kepala Biro Hukum setda Banten Agus Mintono menjelaskan, peraturan gubernur (pergub) mengenai program tersebut belum rampung hingga sekarang. Sehingga mau tak mau program tersebut pun belum bisa berjalan.

Menurut Agus, pergub tersebut belum selesai disusun karena masih perlu diteliti kembali agar tidak ada kesalahan saat penerapannya nanti. Kendati seperti itu, secara prinsip pergub tersebut sudah siap diterbitkan.

“Kita sudah melaporkan draf pergub tersebut kepada pak gubernur. Lalu pak gubernur meminta agar dilihat lagi secara menyeluruh. Sekarang istilahnya finishing,” ujarnya, Rabu (9/8).

Menurutnya, secara substansial sudah tidak ada lagi hal-hal yang direvisi dalam pergub tersebut. Kekurangan pergub tersebut pun lebih pada soal redaksional saja.

Ditanya terkait target, Agus menolak menyebut kapan target pergub itu rampung.

Sementara itu, Gubernur Banten Wahidin Halim menjelaskan, ada sekitar 2,7 juta penduduk Banten yang tidak punya BPJS dan tidak mampu berobat.

“2,7 juta lebih penduduk yang tidak dapat BPJS dan tidak mampu membayar untuk berobat. Saya katakan 2018 harus gratis,” ujarnya, saat acara pelantikan pengurus KNPI Provinsi Banten, di Ratu Hotel Bidakara, Kota Serang hari ini.

Diketahui, draf pergub tersebut beberapa kali mengalami perbaikan dan disempurnakan. Antara lain mengenai formulir pernyataan pasien tidak mampu yang disediakan pihak rumah sakit dan soal nota kesepahaman dinkes dengan rumah sakit swasta agar bisa melayani pasien tidak mampu tersebut. Sebelumnya, pelayanan berobat gratis tersebut hanya bisa dilayani di dua rumah sakit Pemprov Banten yakni RSU Banten, RSU Malingping.

Program berobat gratis ini juga akan diintegrasikan pada Kartu Multiguna yang saat ini masih dimatangkan pemprov. Saat ini, kartu multiguna masih sebatas untuk penyaluran bantuan sosial non tunai. (Bayu Mulyana/coffeandchococake@gmail.com)