Perhelatan MTQ Banten Dilakukan Tertutup

0
1.846 views
Ilustrasi
Ilustrasi

SERANG – Perhelatan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Provinsi Banten XVII bakal dilakukan tertutup dan tanpa penonton. Ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi penyebaran Covid-19.

Hal itu disampaikan Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany usai menggelar rapat dengan Gubernur Banten Wahidin Halim, sejumlah kepala daerah di Banten, LPTQ Provinsi Banten, serta panitia MTQ Banten. “MTQ tetap dilaksanakan tapi disederhanakan,” ujar Airin di ruang rapat Gubernur Banten, KP3B, Kota Serang, Rabu (11/3).

Airin mengatakan, perhelatan MTQ akan tetap dilaksanakan pada 23 sampai 27 Maret. Namun, berdasarkan hasil diskusi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) maka event tahunan itu akan disederhanakan.

Kata dia, biasanya lomba yang digelar di masjid secara terbuka sebagai salah satu syiar agama bakal dilakukan tertutup seperti seleksi. “Yang penting, tujuan dari MTQ untuk mencari perwakilan dari Provinsi Banten bisa terlaksana,” ujarnya.

Penyederhanaan itu, lanjut Airin, seperti meniadakan pawai taaruf dan pembukaan di kantor Walikota Tangsel saja. Selain itu, 14 venue yang tadinya sengaja di masjid atau ruang terbuka sebagai syiar agama sehingga masyarakat bisa hadir dan menyaksikan itu ditiadakan. “Tapi di ruangan saja seperti LPTQ melaksanakan terhadap peserta dari tingkat kabupaten/kota yang akan mewakili Provinsi Banten,” ungkapnya.

Ia mengatakan, hal itu dilakukan sebagai bentuk pencegahan untuk menghindari kerumunan dan lainnya sesuai saran dari pemerintah pusat. Sedangkan untuk pengganti 14 venue, pihaknya akan mencari lokasi yang intinya memudahkan dewan hakim serta peserta yang berasal dari kabupaten/kota se-Provinsi Banten. “Kami akan berusaha menjadi tuan rumah yang baik dan terima kasih kepada kafilah Kabupaten Lebak, Pandeglang, Cilegon, Kabupaten Serang, Kota Serang, Kabupaten Tangerang, maupun Kota Tangerang,” tuturnya.

Terkait tenaga medis, politikus Partai Golkar ini mengaku tentu akan menyiapkan. Prosedur tetap dijalankan dan tentunya ia mengimbau dan mengajak agar semua masyarakat  terutama kafilah menjaga kesehatan lantaran mereka membutuhkan kesiapan mental spritual dan fisik yang baik karena ingin mengikuti lomba. “Jadi mau ada maupun tidak ada corona mereka harus siap,” terangnya.

Sementara itu, Ketua Harian LPTQ Provinsi Banten Syibli Sarjaya mengatakan, meskipun ada penyederhanaan, tetapi materi lomba tetap sesuai SOP. Penyederhanaan yang dimaksud antara lain tidak ada pawai taaruf atau pembukaan acara seremonial di ruang terbuka termasuk penutupan. “Termasuk defile kafilah yang biasa dilakukan tidak ada di acara pembukaan,” ujarnya.

Kata dia, pembukaan hanya dilakukan sederhana seperti menyanyikan lagu Indonesia Raya dan mars MTQ yang menggunakan musik. Kemudian saat pembukaan itu akan dilakukan juga pembacaan ayat suci Alquran, doa, laporan panitia, sambutan selamat datang dari Airin, pelantikan dewan hakim, serta sambutan Gubernur Banten sekaligus membuka.

Syibli mengatakan, ada sembilan mata lomba yakni tilawah, tahfiz, tafsir, Syaril Alquran, Fahmil Alquran, menulis makalah Alquran, qiratul kutub, kaligrafi, dan mata lomba baru hadist yaitu 500 hadis tanpa rawi dan sanan serta ada 100 hadist yang menggunakan rawi dan sanan.

“Semuanya peserta kalau mengirimkan itu 56 orang. Peserta yang sudah daftar itu ada 511, kurang satu berarti ada satu kabupaten/kota yang mengirimkan pesertanya kurang satu,” terangnya. Kata dia, jumlah peserta apabila seluruhnya ikut sebanyak 512 orang.

Syibli mengaku perhelatan MTQ ini memang dapat dikatakan tanpa penonton. “Kemungkinan begitu hanya 50 orang diperkirakan, tetapi untuk SOP dewan hakim dan kriteria dan lainnya kita pegang. Tidak boleh kurang itu karena itu penilaian,” terangnya.

Sementara itu, terkait 14 venue pengganti, pihaknya akan meminta di ruang tertutup. Ada beberapa alternatif, seperti di sekolah atau di hotel. (nna/air/ags)