Perihnya Punya Suami Setia

Love Story

Love Story
Ilustrasi Love Story (Dok: RB)

1. Ingin Miliki Pasangan Ganteng

Dinda (29), nama samaran, bermimpi memiliki cowok impian. Cowok tersebut memiliki paras ganteng, juga setia lahir dan batin. Ketika ia bertemu Jaka (29), juga nama samaran, ia melihat sang cowok memang setia. Namun setia di sini adalah setiap tikungan ada alias memiliki banyak selingkuhan.

Punya suami ganteng seperti Jaka, benar-benar tantangan berat bagi Dinda. Pegawai di salah satu perusahaan swasta Cilegon itu sampai dibuat lelah oleh tingkah Jaka yang sering nyosor sana nyosor sini.

Setiap mau tidur atau bangun pagi, Jaka sering menerima BBM atau SMS dari pacar-pacarnya. Tidak jarang isi pesan-pesan singkat itu berbau syur, jelas ini membuat Dinda menderita lahir dan batin. “Pernah suatu ketika dia sedang mandi. Lalu masuk SMS ke HP dia, tulisannya ‘sudah mandi sayang, jadi pengen mandi sama kamu’. Kebayang kali kalau ada SMS kaya gitu,” katanya di Pengadilan Agama (PA) Cilegon, Rabu (21/1/2016).

Itu baru dari telepon genggam, Dinda pun mengaku sering memergoki Jaka ngetem di tikungan rumah dengan perempuan, baik itu janda atau perawan. Anehnya lagi, bagi Jaka kelakuan senang main perempuan seolah-olah menjadi hal biasa. “Kalau ngeles itu gampang banget. Dia bilang namanya laki-laki itu lumrah punya kenalan perempuan. Malah saya disuruh bangga kalau dia dikejar-kejar banyak perempuan,” ketusnya.

Gara-gara kelakuan Jaka, Dinda sering menangis setiap malam. Bahkan Dinda mengaku terkena dampak psikologis dari hasil hubungannya dengan Jaka. “Sekarang saya sedang krisis kepercayaan dengan laki-laki. Lebih baik sendiri dulu, ingin sembuhkan hati. Terlalu luka saya,” katanya.

Dinda menceritakan tentang kehidupan rumah tangganya dengan Jaka. “Dia itu petugas, perawakannya tinggi, putih, juga atletis. Senyumnya juga manis, punya jenggot dan kumis tipis,” katanya.

Awal pertemuan Dinda dengan Jaka terjadi pada 2006 lalu di Alun-alun Serang. Saat itulah datang membawa motor ninja hijau kebanggaannya. “Saya kenalan dengan dia, orangnya cepat akrab. Saya langsung jatuh hati sama dia,” katanya.

Jaka juga terbilang berjasa dalam mencarikan kerja untuk Dinda. Melalui kenalannya, Dinda diterima bekerja di salah satu perusahaan swasta. “Waktu melamar kerja, saya diantar kesana-sini oleh dia. Lalu melalui kenalan dia, saya diterima kerja sampai sekarang,” terangnya.

Komunikasi antara Jaka dengan Dinda semakin erat saat itu. Bahkan Jaka melamar Dinda pada November 2007 lalu. “Saya terima lamaran dia, kami menikah akhir 2007,” terangnya.

Pernikahan saat itu cukup meriah, dihadiri oleh seluruh keluarga besar dari kedua mempelai. Dinda dan Jaka kemudian membeli rumah di Cilegon berselang satu tahun kemudian. “Kami punya rumah sendiri di Cilegon meskipun menyicil. Tidak ada kesulitan dalam pembayaran,” terangnya.

2. Tak Kuat Hati

Sayangnya, hingga saat ini pasangan Jaka dan Dinda belum dikaruniai anak. Kondisi itu diakui Dinda membuat suasana rumah tidak begitu hangat. “Enggak seperti rumah tangga lain, ada anak sepertinya jadi lebih hangat,” katanya.

Apalagi Jaka sering kali pulang pagi karena tuntutan tugasnya sebagai petugas kepolisian. Dinda sering kali tidur sendirian. “Kalau sering pulang pagi saya juga punya toleransi. Namanya tugas dia kan seperti itu,” tuturnya.

Hanya saja Dinda tidak kuat dengan pola pergaulannya dengan para wanita. Ia meyakini jika Jaka punya pacar di mana-mana. “Jelas dari bukti SMS dan BBM kalau dia punya banyak pacar,” terangnya.

Selain itu, beberapa kali Jaka kepergok sedang berdua dengan perempuan di pinggir jalan. Awalnya Jaka sering mengatakan perempuan-perempuan itu hanyalah teman atau bahkan informan. Namun lama-lama Jaka mengaku jika hubungannya dengan mereka lebih dari teman. “Dia bilang dengan perempuan-perempuan itu cuma suka sama suka. Dia juga ngomong yang penting itu kan nikahnya dengan saya,” terangnya.

Jaka juga mengatakan pola berteman seperti itu membuatnya mudah mendapatkan informasi di lapangan. Dinda sempat menerima penjelasan itu, namun lama-lama ia tidak tahan. “Itu loh, isi SMS dan BBM yang masuk. Itu kan kalimat orang pacaran, saya jadi serba salah,” terangnya.

Karena itulah Dinda mendaftarkan diri untuk melakukan gugatan cerai kepada Jaka ke Pengadilan Agama. Pihak pengadilan kemudian menindaklanjuti gugatan cerai Dinda dengan upaya mediasi. “Nanti kedua belah pihak akan kami pertemukan guna dilakukan mediasi. Kami upayakan apakah ada solusi dari persoalan rumah tangga mereka,” kata panitera yang enggan disebutkan namanya. (RB/quy/zee)