SERANG – Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Banten hari ini memperingati Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) dan Hari Disabilitas Internasional di Gedung Pertemuan Baladika Group 1 Kopassus, Taktakan, Kota Serang, Rabu (7/12).

Kepala Dinsos Provinsi Banten, Ino S Rawita mengatakan, dengan kegiatan yang bertema “Kerja Nyata Menuju Banten Sejahtera Berlandaskan Iman dan Taqwa” ini, Dinsos Provinsi Banten berupaya untuk memperkokoh kesetiakawanan sosial di Provinsi Banten.

“Jadi ini program berkesinambungan yang tiap tahun dilaksanakan, dalam rangka menyadarkan masyarakat bahwa di kiri kanan kita itu ada yang disabilitas, ada yang miskin, makanya Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional itu merupakan hari bersama, gotong royong, membantu,” ujar Ino setelah pembukaan agenda tersebut.

Ino berharap dengan adanya HKSN dan Hari Disabilitas Internasional, kesenjangan sosial di Provinsi Banten bisa semakin ditekan. Selain itu, jiwa sosial masyarakat semakin tumbuh.

Ino pun berharap, agar masyarakat luas peduli terhadap masyarakat yang berada di bawah, masyarakat yang sedang membutuhkan. Dengan seperti itu kehidupan bermasyarakat di Banten akan lebih harmonis dan terasa indah.

adv_dinsos_7des16_3Sebagai pemerintah, Dinsos pun terus berupaya untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Salah satu upaya yang dilakukan oleh Dinsos yaitu dengan meningkatkan anggaran program-program bantuan sosial yang ada di Dinsos. Misalnya, bantuan renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), Jaminan Sosial Rakyat Banten Bersatu (Jamsosratu), dan program bantuan lainnya.

Dalam kegiatan peringatan HKSN hari ini pun, Dinsos menyalurkan dana bantuan Jamsosratu dengan simbolis kepada salah satu penerima. Menurutnya, tahun ini, jumlah penerima dana bantuan Jamsosratu tersebut sebanyak 54.000 keluarga sasaran, dengan bantuan sebesar Rp2.250.000 selama satu tahun yang disalurkan tiga kali tahapan.

adv_dinsos_7des16_1Tahun depan, lanjut Ino, pihaknya menargetkan jumlah penerima meningkat menjadi sekitar 60 ribuan. “Itu anggarannya sudah kita ajukan, tinggal menunggu persetujuannya sekarang,” ujarnya.

Sementara itu, Sekda Banten Ranta Soeharta mengatakan, ini bagian untuk menjaga keeratan sesama kelompok yang berjuang di lapangan. “Ini penting sekali, untuk mempererat hubungan sosial. Tahun depan ditargetkan 60 ribu yang akan kita bantu, selain itu ada juga RTLH, banyak sasarannya,” ujar Ranta.

adv_dinsos_7des16_2Terkait kondisi masyarakat yang mengalami disabilitas, menurutnya, yang terpenting adalah membangun kepercayaan diri mereka untuk terus berkarya, berjuang, melanjutkan hidup.

“Seperti tadi yang kita lihat, ada satu yang tampil. Menurut saya yang paling akurat adalah menumbuhkan rasa kepercayaan dirinya,” kata Ranta.

Masih menurut Ranta, Pemprov Banten pun terus berkomitmen untuk menekan angka kemiskinan di Banten, meskipun saat ini, angka kemiskinan di Banten sudah berada di bawah angka rata-rata nasional. “Dengan berbagai macam program yang sudah kita canangkan,” tegasnya. (ADVERTORIAL/Dinas Sosial Provinsi Banten)