Kezia Roslin Cikita Warouw. Foto: Jawa Pos

KEZIA Roslin Cikita Warouw saat itu masih duduk di bangku SD. Dia sedang  menonton televisi yang menyiarkan acara pemilihan Puteri Indonesia.

Kezia berucap kepada ibundanya, ’’Ma, aku pengin jadi Puteri Indonesia.’’ Sang mama mengamini ucapan  sulungnya itu.

Keduanya tidak menyangka. Harapan itu terwujud di Plenary Hall Jakarta Convention Center Jumat malam lalu (19/2). Kezia Roslin Cikita Warouw meraih gelar Puteri Indonesia 2016.

Sehari setelah penobatan itu kemarin sekitar pukul 10.00, wakil Sulawesi Utara tersebut menyediakan diri untuk sesi interview. Meski baru tidur beberapa jam, rona bahagia terpancar dari wajah cantiknya. “Seperti jet lag, kemarin biasa aja, hari ini sudah ada crown di atas kepala,” ucapnya di The Sultan Hotel Jakarta, seperti dilansir JPNN.

Mengikuti pemilihan Puteri Indonesia merupakan momen bersejarah bagi perempuan kelahiran Jakarta, 18 April 1991, itu. Merasakan banyak perubahan, termasuk kini mengemban tanggung jawab baru.  Tetapi, tidak ada yang berubah dari diri putri pasangan Tenny Warouw dan Maudy Tampi itu. “Saya selalu ingat pesan Mama, tetaplah rendah hati dan jadi diri sendiri,” papar Kezia.

Perjalanan menuju Putri Indonesia tidak bisa dibilang mudah. “Sempat ingin menyerah,” ungkapnya.

Ketika mengikuti pemilihan untuk wilayah Sulawesi Utara, dia juga sedang berjuang untuk kelulusan dari Jurusan Teknik Informatika Universitas Esa Unggul Jakarta.

egitupun setelah terpilih sebagai wakil Sulawesi Utara. Masa persiapan menuju Puteri Indonesia bersamaan dengan mengurus wisuda. ”Bolak-balik Jakarta–Manado, capek fisik dan pikiran,’’ ujarnya.

Ketika hampir menyerah, Kezia mendapat kekuatan. Support keluarga, orang terdekat, dan tekad mewujudkan mimpi masa kecil membuat dia kembali bersemangat. Kezia juga rela resign dari pekerjaannya di bank agar makin optimal. (JPNN)